Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 19 Juni 2014

Penyebab Kerusakan Lingkungan Perlu Diantisipasi

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat memberikan penghargaan kepada kelompok pecinta lingkungan di Sumba Tengah, Selasa (17/6/14)
Waibakul - Perubahan iklim akibat pemanasan global telah memberi dampak mengerikan bagi kehidupan di muka bumi. Berbagai bencana kekeringan, banjir dan longsor muncul dimana-mana. Bahkan ikan di daerah tropis pun mengalami kematian.
 
Demikian kata Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi NTT Tahun 2014 di Desa Dasa Elu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa (17/6).

Balthasar menjelaskan, salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang perlu diantisipasi adalah perubahan iklim akibat pemanasan global yang memberi berbagai dampak terhadap kehidupan di muka bumi. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya frekuensi hujan dengn intensitas yang sangat tinggi, ketidakpastian musim hujan maupun kemarau, dan munculnya berbagai bencana seperti kekeringan, badai, banjir dan longsor.

Di sektor pertanian, kata Balthasar, pemanasan global mengakibatkan kekeringan, banjir dan perubhan pola hujan yang menyebabkan penurunan 2% produksi pertanian. Sementara di sektor perikanan, akibat perubahan keseimbangan unsur kimia di lautan menyebabkan berbagai ikan di daerah tropis mengalami kematian.

Menurut Balthasar, apabila saat ini masih ditemukan bencana ekologis di sekitar kita, maka hal itu disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan hidup. Oleh karena itu, perlu dilakukan koreksi mendalam agar pengelolaan dan pemanfataannya dapat mensejahterakan masyarakat dan tidak menimbulkan bencana. Sebab, konsep pembangunan berkelanjutn yang merupakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup merupakan satu-satunya pilihan yang wajib kita wujudkan.

Balthasar mengatakan, perwujudan kerjasama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan lingkungan hidup. Masyarakat perlu melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungan (green lifestyle) seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta menerapkan konsep 3 R (reduce, reuse dan recycle) dalam mengelola sampah.


Sumber: sergapntt
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD