Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 17 Juni 2014

Korupsi Pengadaan 158 motor: Fandy Tjiang Dituntut 7 Tahun Penjara

Kupang - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak, Senin (16/6/2014), menuntut terdakwa  kasus korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor di Kabupaten Sumba Barat tahun 2012, Fandy Tjiang, dengan pidana tujuh tahun penjara. Kontan saja Fandy bersama istrinya meneteskan air mata.
 
Selain tujuh tahun kurungan, Fandy Tjiang yang adalah Direktur PT Surya Baru Sejahtera, juga dituntut membayar uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp 285.601.000 dengan subsidair tiga bulan kurungan. Dengan demikian total tuntutan kurungan badan bagi Fandi Tjiang sepuluh tahun.

Tuntutan setebal 100 halaman lebih ini dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (16/6/2014). Materi tuntutan dibacakan JPU Didit AN, S.H, didampingi Taupik Hidayat, S.H. Sementara sidang dipimpin majelis hakim, Ida Bagus Dwiyantara, S.H. M.Hum, didampingi hakim anggota, Khairuludin, S.H, dan Anshori, S.H.

Sementara dua orang terdakwa lainnya yang berkasnya dipisahkan dari Fandy Tjiang, dalam sidang dengan JPU dan majelis hakim yang sama, dituntut enam tahun enam bulan penjara, ditambah denda  Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Atas tuntutan ini, keduanya melalui penasehat hukum,  Johanes Rihi, S.H, akan memberikan materi pembelaan yang dijadwalkan Senin (23/6/2014).

Mertua Fandy Tjiang, Wiliam, kepada Pos Kupang, Senin (16/6/2014) usai persidangan mengatakan, dirinya tidak kecewa dengan apa yang dilakukan oleh anak mantunya.

Karena menantunya sudah melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kontraktor yang memenangkan paket proyek tersebut. Dan, hasinlya saat ini 158 unit sepeda motor sudah dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat di Sumba Barat.

"Saya jelas tidak kecewa dengan anak saya, karena dia sudah mengikuti tender secara resmi dan hanya mendapatkan keuntungan sebesar tujuh persen, bukan puluhan persen sehingga merugikan keuangan negara. Jadi, siapa yang mengakibatkan kerugian negara, anak saya hanya untung tujuh persen dan itu wajar setiap orang bekerja harus mendapat untung," tegas Wiliam. (meo)


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD