Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 23 Juni 2014

Gara-Gara Status FB SMK Pancasila Laporkan Dewi Ke Polisi

Tambolaka - Dewi Mandeta harus berurusan dengan polisi. Lantaran membuat status di akun facebooknya yang mencemarkan nama baik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sinar Pancasila, pihak sekolah melaporkan Dewi ke Polsektif Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kepala SMK Pancasila Tambolaka, Alex Rangga Pija, S.H, MPd mengatakan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/6/2014). Menurut Rangga Pija, sikap sekolah melapor ke polisi merupakan keputusan bersama dewan guru karena merasa perbuatan Dewi mencemarkan nama baik lembaga. Laporan ke polisi disampaikan minggu kemarin. "Kami harap kasus ini diproses polisi sampai tuntas," katanya.

Rangga Pija menjelaskan, kasus ini dilatarbelakangi tunggakan pembayaran uang sekolah. Menurutnya, Dewi Mandeta punya adik, Gute Lifa Mandeta, yang adalah siswi kelas 3 SMK Pancasila. Gute Lifa belum melunasi uang sekolah, namun pihak sekolah membolehkannya  mengikuti ujian nasional (UN). Dengan syarat, penyelesaian uang sekolah dilaksanakan pada saat pengambilan ijazah.

"Uang sekolahnya belum lunas tapi kami membuat kebijakan yang bersangkutan tetap ikut ujian. Nanti lulus saat ambil ijazah baru selesaikan tunggakan uang sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pas dia bertugas di Jakara, Gute Lifa ke sekolah mengambil ijazah. Ketika ambil ijazah, sekretaris bilang bayar dulu uang sekolah Rp 250 ribu. Dan, Gute Lifa membayar. Selanjutnya, dia diarahkan untuk mengambil surat bebas SPP, ketika itu ketahuan Gute Lifa masih utang Rp 400 ribu.

"Setelah adiknya menginformasikan masih ada tunggakan, Dewi bel seorang guru dan marah-marah. Dia bilang masa sekolah tidak ada kebijakaan. Karena dia tidak bersahabat, makanya diputuskan. Tidak puas, besoknya Dewi membuat status di akun facebooknya. Dia bilang guru-guru SMK Pancasila anjing penjilat, sampah masyarakat. Semoga tahun ini kena tumor ganas dan mati," urai Rangga Pija.

"Saya suruh guru print (cetak) statusnya. Itu sebagai bukti kami melapor Dewi ke polisi. Dia melakukan pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter SMK Pancasila," ujarnya kesal.
 
Setelah melapor, empat hari kemudian polisi memediasi pertemuan. Dewi mengakui kesalahannya dan meminta maaf. "Saya maafkan dia tapi proses hukum jalan terus. Secara pribadi dan lembaga, kami terhina sekali. Masa kami sudah didik dan adiknya lulus ujian tapi dia mengatai kami sebagai anjing dan sampah masyarakat," tandas Rangga Pija.

Polsektif Loura membenarkan menerima pengaduan dari kepala SMK Pancasila terkait kasus pencemaran nama baik sekolah yang dilakukan Dewi Mandeta. "Iya, sudah ada laporan. Polisi sudah proses," ujar polisi yang meminta 0namanya tidak dikorankan. (aca)


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD