Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 28 Juni 2014

Bendungan Pau Kaka di Balaghar Rusak Berat

embok penahan bendungan yang dibangun dari APBN 2012 senilai kurang lebih Rp 13 miliar sudah jebol (kiri). Saluran irigasi yang didanai oleh APBN 2013 senilai Rp 17.871.810.000 baru seumur jagung, pun jebol.
Kondisi Bendungan Pau Kaka di Desa Radamalando, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), memrihatinkan. Bangunan bendungan dan saluran irigasi rusak parah sehingga petani kesulitan air untuk mengairi sawah.
 
Kerusakan terparah terjadi pada bangunan bendungan pintu air serta saluran induk (primer) irigasi sekitar 100 meter. Dampaknya, air tidak bisa mengalir dengan baik.
 
Kepala Desa Radamalando, Yusuf Rangga Pango, menjelaskan, bendungan Pau Kaka yang dibangun tahun 1989, ada di wilayah Dusun 3. Air irigasi dari bendungan tersebut mengairi 615 hektar sawah milik 100 lebih petani.

"Salurannya terbelah. Lantai dasar pecah. Selain itu, ditutupi tanah yang terbawah banjir. Akibatnya air tidak bisa mengalir," kata Rangga Pango saat ditemui di Radamalando, Senin (23/6/2014) sore.

Dia mengungkapkan, sebelum bendungan rusak, petani menanam padi dua kali dalam setahun. Namun setelah bendungan rusak, petani hanya sekali tanam, itu pun saat musim hujan. "Banyak lahan sawah tidak difungsikan karena air terbatasnya," katanya.

Rangga Pango mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah di atas agar Bendungan Pau Kaka diperbaiki. Usulan tersebut direspons, namun dampaknya tidak signifikan.

Menurutnya, pada tahun 2002, pemerintah Propinsi NTT mengalokasikan dana Rp 100 juta, bersumber dari APBD NTT. Namun tidak digunakan untuk perbaikan bagian bendungan yang rusak tapi membangun saluran baru.

Pada tahun 2013, lanjutnya, dialokasikan dana Rp 1,2 miliar, bersumber dari APBN. Namun bukan untuk memperbaiki bendungan dan saluran yang rusak tapi pengerjaan saluran baru.

"Kami usulkan lain tapi yang dikerjakan saluran baru. Coba kalau anggaran digunakan untuk pemeliharaan saluran primer/induk, masalahnya dapat teratasi. Jadi, bukan rehab tapi kerja baru. Ini yang bagi kami tidak pas," ujarnya.

Rangga Pango mengatakan, selama ini pihaknya mengusulkan masalah perbaikan Bendungan Pau Kaka dalam forum musrenbang, namun belum juga direspons. "Kami usulkan terus tapi tidak direspons," katanya.

Oktavianus Dara Ngundu (28) dan Yohanes Yoseph Nawa, keduanya warga Radamalando, mengharapkan bendungan saluran irigasi diperhatikan. "Ada beberapa ruas yang pecah sehingga air tidak jalan. Kalau bereskan dengan tenaga manusia, tanah yang kasih naik tapi turun juga. Kami minta perhatian dari pemda," kata Dara Ngundu dibenarkan Yoseph.

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD