Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 06 Mei 2014

Merusak Taman Nasional MPTD Pengusaha di Laporkan ke Polisi

-Inilah ruas jalan baru yang dibuka oknum pengusaha menuju Pantai Konda Maloba melewati Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah menghentikannya karena dilakukan secara ilegal.
Waibakul - Sekretaris Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah, M Umbu Joka,  mengaku telah menghentikan pembukaan  ruas jalan baru menuju Pantai Konda Maloba yang melewati Taman Nasional Manupeu Tanah Daru karena dilakukan secara ilegal.


Penghentian dilakukan karena jalur baru yang dibuka melintasi kawasan Taman Nasional (TN) Manupeu Tanah Daru (MPTD) sesuai surat keputusan penunjukan TN MPTD tahun 1998. Akibatnya pohon dan habitat  lainnya rusak akibat ulah oknum pengusaha tersebut.

Pihaknya, kata Umbu Joka, secara resmi telah melapor pengusaha Komang ke Polres Sumba Barat, 30 April 2014, agar diproses hukum. Umbu Joka menegaskan, ada oknum-oknum tertentu yang telah menjual tanah sepanjang pinggir Pantai Konda Maloba kepada pengusaha. Padahal beberapa waktu lalu  Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, telah melarang warga menjual tanah kepada pihak luar karena merupakan jalur hijau.

"Saya mendapat laporan dari warga tentang adanya aktivitas penggusuran jalan dalam kawasan hutan itu. Sayangnya ketika turun lapangan tidak menemukan lagi alat gusur karena sudah ditarik pemiliknya," ujar Umbu Joka di kantornya di Waibakul, Senin (5/5/2014).

Umbu Joka menegaskan bahwa aktivitas penggusuran pembukaan jalan baru sepanjang 2,4 km menuju Pantai Konda Maloba untuk pembangunan hotel oleh pengusaha dilakukan secara ilegal karena tidak mendapat izin pemerintah setempat. "Kegiatan itu ilegal dan harus dihentikan," tegasnya.

Umbu Joka mempertanyakan sikap Balai Taman Nasional Manupeu Tana Daru yang tidak bereaksi atas tindakan oknum pengusaha yang menggusur lahan dalam kawasan taman nasional itu.

"Sikap taman nasional berbeda ketika adanya aktivitas warga di Palita Alira beberapa waktu lalu. Waktu itu pihak taman nasional sangat reaktif menolaknya dengan alasan berada dalam wilayah taman nasional. Saya berharap pihak taman nasional menyikapi persoalan itu dengan arif dan bijaksana," tegas Umbu Joka. (pet)


Sumber: kupang.tribunnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD