Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 04 Mei 2014

Ketua Komsos KWI tentang Pekan Komsos Nasional di Keuskupan Weetebula, Sumba

Ketua Komsos KWI, Mgr. Petrus Turang Pr
“KOMUNIKASI: BUDAYA PERJUMPAAN YANG SEJATI”
Perayaan nasional Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2014 akan diselenggarakan di Keuskupan Weetebula dalam hubungannya dengan “Yubelium 125 Tahun Masuknya Gereja Katolik” di Pulau Sumba. Kehadiran perayaan ini adalah suatu pernyataan syukur atas karunia iman kristiani dalam persekutuan gerejawi Keuskupan Weetebula.

Inilah penegasan komunikasi iman dalam upaya evangelisasi “sampai ke ujung bumi”, sebagaimana diperintahkan oleh Yesus Kristus.

Program Komunikasi Sosial 2014 akan menjambangi persekutuan gerejawi setempat, dimana kehadiran media sosial telah menjadi bagian utuh dari perjalanan hidupnya. Dengan memberikan kepedulian pada perayaan Yubileum 125 Tahun, Komisi Komunikasi Sosial KWI bermaksud untuk memperluas makna pendidikan serta pelatihan media sosial, khususnya bagi generasi muda, agar budaya baru ini mampu membangkitkan serta menggerakkan kerukunan hidup berdasarkan prinsip-prinsip Injil Yesus Kristus.

Penggunaan media sosial dalam evangelisasi mudah-mudahan menyapa hati persekutuan gerejawi menuju perjumpaan yang menghormati dan menghargai martabat sesama. Tujuannya adalah menghadirkan “suatu budaya bersesama”, di mana berkembang perjumpaan saudara-saudari Yesus Kristus, yang menjadi unggul karena lingkungan hidup sosial, ekonomi, politik dan budaya berbajusirakan belaskasih yang berkelanjutan secara manusiawi.

Budaya perjumpaan sejati adalah bentuk komunikasi yang lahir dari peradaban kasih sebagai penegasan dari komunikasi iman dalam persekutuan gerejawi dan masyarakat luas. Budaya perjumpaan sejati bukan berarti bahwa tiada perselisihan atau pun kesenjangan dalam perjalanan hidup bersama, tetapi komunikasi iman selalu mampu menemukan jalan keluar bersama demi kebaikan bersama, yaitu sikap rela mengampuni.

Perjumpaan sejati dengan media sosial harus menjadi tanda kasih karunia Tuhan, di mana kita semua sadar akan martabat kita sebagai anak-anak Allah dengan segala kerapuhan manusiawi. Oleh karena itu, kehadiran penyelenggaran Hari Komunikasi Sosial harus dipandang sebagai sarana budaya perjumpaan dalam konteks pendidikan iman, di mana persekutuan gerejawi belajar kembali sebagai murid-murid Kristus yang dikenal karena perbuatan kasih (cf. Yoh 13:35).

Mudah-mudahan peringatan Hari Komunikasi Sedunia di masing-masing Keuskupan, khususnya Perayaan Yubileum 125 Tahun Evangelisasi Pulau Sumba di Keuskupan Weetebula, menjadi kesempatan berahmat dalam membangkitkan, menumbuhkan, menggerakkan, memberdayakan serta mencerdaskan pola berpikir bersesama dan pola laku bersesama dalam ikut menghadirkan kesejahteraan bersama dalam masyarakat setempat.

Panggilan serta perutusan ini adalah penegasan Roh dalam setiap persekutuan gerejawi yang semakin dewasa dalam membangun hubungan-hubungan manusiawi yang bermartabat. Kecenderungan untuk menghambat perjumpaan yang merukunkan merupakan suatu perilaku yang tidak sesuai dengan kegembiraan Injil yang dianugerahkan Allah dalam Permandian.

Kehadiran Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia adalah ungkapan kegembiraan guna menghargai serta bersyukur atas anugerah media sosial yang mendekatkan ruang kebersamaan hidup, dimana perjumpaan manusiawi mampu mengalami perubahan, yaitu dorongan baru membangun persaudaraan sebagai budaya perjumpaan sejati. Inilah mudah-mudahan wujud evangelisasi baru yang terlaksana secara interkultural dan interaksional dan dihayati berkelanjutan secara manusiawi sebagai salah satu dampak kemajuan teknologi informasi digital.

Jejaring sosial melalui interaksi digital adalah anugerah Tuhan bagi manusia. Sarana komunikasi baru ini juga merupakan kabar gembira dalam persekutuan gerejawi dan oleh karena itu, hendaknya dimanfaatkan dengan penuh tanggungjawab dan rasa terima kasih dalam membangun peradaban kasih.

Persekutuan gerejawi, yang terutus untuk memberitakan Kabar Gembira dalam dunia, mempunyai kewajiban untuk berbagi nilai-nilai Injil demi mendorong mekarnya sikap bersesama, khususnya melalui antar-hubungan digital. Dengan memperdalam pengetahuan dan ketrampilan dalam penggunaan media komunikasi digital, persekutuan gerejawi kiranya mengalami kedekatan yang penuh dengan sikap saling menghormati dan menghargai.

Memang terdapat tantangan besar, karena komunikasi digital tidak dengan sendirinya mempererat hubungan-hubungan manusiawi. Dengan hati nurani yang cerdas Kristiani, persekutuan gerejawi mampu menghadirkan kesegaran serta kesejukan dalam menggunakan media sosial digital, sehingga antar-hubungan yang semakin mendekatkan satu sama lain dapat berlangsung berkelanjutan secara manusiawi, agar keutuhan lingkungan hidup semakin memperlihatkan keindahan mutu hidup dalam budaya perjumpaan yang sejati manusiawi.

Mgr. Petrus Turang
Ketua Komsos KWI



Sumber: sesawi.net
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD