Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 06 Mei 2014

Kain Sumba dan Kain Troso di Niwasana Nusantara

Sebanyak 13 model memeragakan busana karya sejumlah desainer anggota APPMI BPD Jatim di ajang Surabaya Fashion Parade (SFP
Surabaya - Kekayaan budaya kain di Indonesia sangat banyak dan beragam. Memiliki peluang besar untuk tampil di ajang fashion show tingkat dunia. Bahkan keindahannya menjadi ciri khas yang tidak tergantikan.
 
Keragaman kain tradisional inilah yang dieksplorasi oleh para perancang busana dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jatim di ajang Surabaya Fashion Parade (SFP) yang mengusung tema Niwasana Nusantara. Tema yang berarti kain atau baju khas nusantara ini, digelar mulai Kamis (1/5/2014).

Ada 104 rancangan busana yang ditampilkan oleh 13 anggota APPMI Jatim. Diantaranya karya Lia Afif yang mengangkat tema fearless beauty. Lia yang dikenal dengan rancangan busana muslimnya, kali ini juga masih mengusung konsep busana muslim glamour tetapi menonjolkan kecantikan perempuan.
Sedangkan untuk nuansa kain nusantaranya, Lia menggunakan kain troso kombinasi warna hijau, kuning, dan ungu sehingga pas untuk dikenakan saat pesta dan acara resmi.

"Kain troso ini dari Jepara dan aku angkat sebagai simbol kecantikan seorang perempuan sekaligus pengejawantahan dari taglineku everybody is an artist of life," ujar Lia saat ditemui di Convention Hall lantai 6 TP 3 saat pembukaan SFP 2014.

Selain Lia yang mengkombinasi busana muslim dengan kain troso, maka berbeda dengan desainer Elok Rege Napio yang selama ini lebih dikenal sebagai perancang kebaya. Busana yang mengambil tema sagacity yang bermakna kemegahann, kekuatan dan mengandung unsur misteri terlihat anggun meski berbahan tradisional. Sebab warna yang diangkat Elok juga menggunakan warna-warna khas Sumba, seperti merah, biru, putih dan hijau. Kain Sumba yang digunakan Elok bernama hama maranongu humba, di mana kain tersebut memang dikenal misterius dan penuh nuansa religi bagi masyarakat Sumba.

Selain Lia dan Elok, masing-masing anggota APPMI mengusung tema dan kain khas nusantara yang tidak kalah unik, seperti menggunakan kain tenun lurik, kain gedok dari Kediri, tenun Lombok dan masih banyak lagi.

"Hampir semua busana yang diperagakan hari ini (kemarin) semuanya berkonsep gaun malam atau cocktail. Rata-rata juga ready to wear dengan ciri khas busana masing-masing desainer tentunya," terang Ketua APPMI Jatim Denny Djoewardi.

Senior Marketing Communication TP Dian Apriliana Dewi menjelaskan SFP ini adalah kegiatan tahunan dan sudah berlangsung sebanyak tujuh kali. Tiap tahunnya selalu mengangkat tema yang berbeda. Selain itu juga mempunyai tujuan untuk menggali original budaya dari kain nusantara itu sendiri.

"Melalui SFP ini sebenarnya kita ingin memberi wadah bagi desainer untuk mengekspose karya-karya mereka. Apalagi di sini juga ada berbagai macam lomba, jadi SFP juga menjadi ajang yang netral dalam berkompetisi," tandas Dian.


Sumber: surabaya.tribunnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD