Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 18 Mei 2014

Anggaran Kelola Danau Wairinding, DPRD Tunggu Inisiatif Dinas Pariwisata

Danau Wairinding
Waingapu - Danau Wairinding yang berlokasi di Desa Pambotanjara Kecamatan Kota dapat dikelola menjadi area pariwisata oleh pemerintah melalui instansi teknis yang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun hingga kini, danau tersebut masih dibiarkan telantar.
Menurut anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Sumba Timur, Anton Dida Djuka, danau yang luas itu bisa dijadikan lokasi pemancingan ikan air tawar setelah terlebih dahulu dikeruk endapan lumpur yang selama ini memicu kedangkalan.

Menurutnya, instansi teknis bisa mengajukan anggaran pembenahan danau Wairinding kepada DPRD Sumba Timur.

"Bisa saja kalau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata punya filing bahwa danau Wairinding dapat disulap menjadi lokasi pariwisata pemancingan ikan air tawar misalnya. Berapapun anggarannya selama anggaran yang diajukan tersebut bisa diargumentasikan dengan baik, DPRD tentu akan melegalisasinya," tandasnya.

Anton menegaskan, setelah menjadi lokasi pariwisata selain berimbas positif pada sisi pendapatan asli daerah (PAD) juga peningkatan ekonomi warga di sekitar danau Wairinding.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumba Timur, Amos Mandja Landupraing. Menurut Amos, Sumba Timur memiliki banyak potensi alam yang belum dikelola dengan baik. Dia lantas mengkritik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang belum mampu berbuat banyak terkait pemanfaatan potensi-potensi sektor kepariwisataan yang ada dan dimiliki Sumba Timur seperti wisata air terjun dan wisata bahari.

"Saya belum melihat upaya konkrit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  memanfaatkan dan menjual potensi-potensi kepariwisataan di Sumba Timur sehingga wilayah ini menjadi target kunjungan wisatawan," tandasnya seraya menambahkan, DPRD Sumba Timur tidak pernah menghalangi dan memangkas anggaran SKPD termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait pembenahan dan pengelolaan objek  wisata.

Terpisah, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumba Timur, Umbu Maramba Meha menjelaskan, di tahun 2014, pihaknya menganggarkan proyek pembangunan gapura di lokasi perkampungan adat raja Lewa-Kambera di Prailiu dan rumah lindung mata air kolam renang Matawai.

"Yang lolos dan diasistensi tim anggaran pemerintah untuk program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumba Timur tahun anggaran 2014 hanya dua, pembangunan gapura kampung adat raja Lewa-Kambera di Prailiu dan pembangunan rumah lindung mata air di kompleks kolam renang Matawai. Anggarannya juga minim masing-masing hanya sebanyak Rp 150 juta jadi totalnya sebesar Rp 300 juta," ujarnya.

Pihaknya juga menginginkan  pembenahan objek-objek wisata lainnya, namun juga harus dipatutkan dengan ketersediaan anggaran APBD Sumba Timur yang terbatas.

"Sebenarnya untuk sektor pariwisata ini adalah investasi jangka panjang. Kita menanam tahun ini misalnya dengan membangun infrastruktur pendukung pada lima tahun mendatang kita sudah bisa memanen hasilnya," pungkasnya. (jun/ays)

Sumber: TIMEX
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD