Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 01 April 2014

Warga Kodi Siap Mati KONco Ole Ate Harus Dilantik

Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto, pamit meninggalkan Kampung Homibela, Kodi-Sunba Barat Daya, Minggu (30/3/2014) siang
Tambolaka - Warga Kodi menyatakan siap mati untuk menegakan kebenaran dan keadilan. Bagi mereka, pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (KONco Ole Ate) harus dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati SBD karena mendulang suara terbanyak dalam Pemilukada 5 Agustus 2013.
 
Hal ini disampaikan masyarakat saat pertemuan dengan Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Ana Yoga di Kampung Homibela, Desa Kapaka Mandeta, Minggu (30/3/2014) siang.

"Kami tetap pertahankan kebenaran. Mati pun kami siap," tegas Sulaiman  T Wungo, tokoh masyarakat Kodi. "Yang menang tetap menang. Dan, itu yang harus dilantik. Jangan melantik yang tidak menang," kata MD Raya, tokoh masyarakat Kodi lainnya.
Lukas yang juga mendapat kesempatan berbicara mengatakan, masyarakat merasa sakit hati karena kebenaran hasil pemilukada dimanipulasi untuk memenangkan pasangan lain, padahal seharusnya menang dan dilantik adalah KONco Ole Ate.

"Warga sakit hati karena KPU NTT membekukan komisioner KPU SBD dan membuat surat penegasan untuk paket tertentu. Warga emosi karena perbuatan wakil ketua DPRD (Jusuf Malo) yang memanipulasi surat DPRD untuk kepentingan paket tertentu," ujar Lukas sembari menegaskan bahwa KONco Ole Ate harus dilantik.

Lukas juga meminta polisi untuk melepas warga Kodi yang saat ini ditahan di Polres Sumba Barat agar mereka kembali bersatu dengan keluarga masing-masing. "Kalau warga ditahan maka harus tangkap juga para pelaku pengelembungan suara karena mereka yang berulah," tegas Lukas.

Ibu Gena mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan inisiatif warga untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan yang diinjak-injak oleh oknum-oknum. "Warga yang di polres adalah pahlawan keadilan dan kebenaran. Kami minta mereka dikembalikan," ujarnya.

Permintaan yang sama disampaikan Martinus. "Kami minta mereka dibebaskan. Kalau ditahan maka sumber masalah harus disentuh hukum juga," tandas Martinus. (aca)TAMBOLAKA--Warga Kodi menyatakan siap mati untuk menegakan kebenaran dan keadilan. Bagi mereka, pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (KONco Ole Ate) harus dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati SBD karena mendulang suara terbanyak dalam Pemilukada 5 Agustus 2013.

Hal ini disampaikan masyarakat saat pertemuan dengan Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Ana Yoga di Kampung Homibela, Desa Kapaka Mandeta, Minggu (30/3/2014) siang.

"Kami tetap pertahankan kebenaran. Mati pun kami siap," tegas Sulaiman  T Wungo, tokoh masyarakat Kodi. "Yang menang tetap menang. Dan, itu yang harus dilantik. Jangan melantik yang tidak menang," kata MD Raya, tokoh masyarakat Kodi lainnya.
Lukas yang juga mendapat kesempatan berbicara mengatakan, masyarakat merasa sakit hati karena kebenaran hasil pemilukada dimanipulasi untuk memenangkan pasangan lain, padahal seharusnya menang dan dilantik adalah KONco Ole Ate.

"Warga sakit hati karena KPU NTT membekukan komisioner KPU SBD dan membuat surat penegasan untuk paket tertentu. Warga emosi karena perbuatan wakil ketua DPRD (Jusuf Malo) yang memanipulasi surat DPRD untuk kepentingan paket tertentu," ujar Lukas sembari menegaskan bahwa KONco Ole Ate harus dilantik.

Lukas juga meminta polisi untuk melepas warga Kodi yang saat ini ditahan di Polres Sumba Barat agar mereka kembali bersatu dengan keluarga masing-masing. "Kalau warga ditahan maka harus tangkap juga para pelaku pengelembungan suara karena mereka yang berulah," tegas Lukas.

Ibu Gena mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan inisiatif warga untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan yang diinjak-injak oleh oknum-oknum. "Warga yang di polres adalah pahlawan keadilan dan kebenaran. Kami minta mereka dikembalikan," ujarnya.

Permintaan yang sama disampaikan Martinus. "Kami minta mereka dibebaskan. Kalau ditahan maka sumber masalah harus disentuh hukum juga," tandas Martinus. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD