Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 04 April 2014

Masalah Air Bersih, Warga Tonjok Pengusaha

Direktur PDAM Matawai Amahu, Agustina Rambu Raha Hawu
Waingapu - Minimnya pasokan air bersih akibat debit air yang turun pada mata air Mbatakapidu dan Km 10, memicu krisis air bersih pada sejumlah wilayah seperti di Kelurahan Hambala dan Kelurahan Kambajawa. Meski begitu, warga tetap menilai adanya ketidabecusan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Matawai Amahu dalam mendistribusikan air bersih.
 
Imbasnya, Senin (31/3) malam lalu, puluhan warga RT 19 Kelurahan Hambala yang bermukim di sekitar kompleks Gereja Bethel Indonesia (GBI) mendatangi sebuah saluran pipa pembagi yang berada di sisi kiri jalan Matawai Amahu tepatnya di depan sebuah perusahan pencetakan batako milik toko Sukses Makmur. Mereka menduga, adanya praktek pencurian air bersih di lokasi tersebut.

"Ini ada beberapa pipa yang disambung secara liar disini ke arah pabrik batako dan tanah urukan di sebelah jalan. Akibatnya, saluran air bersih PDAM ke rumah kami terhenti dan kami mengalami krisis air bersih," kata beberapa warga.
Karena kesal, beberapa warga melempar pintu pagar depan perusahan batako itu. Beberapa waktu kemudian, Darto Winoto alias Liang, pengusaha toko Sukses Makmur yang juga pemilik perusahan batako itu datang dan menemui puluhan warga. Dia menanyakan siapa pelaku pelemparan pintu pagar perusahan batako miliknya.

"Warga yang lempar, kenapa kau. Kau mau apa," sambung sejumlah warga yang sudah disulut amarah itu.
Sejurus kemudian, dua pukulan mendarat telak di rahang Darto Winoto. Namun aksi main hakim sendiri itu berhasil dihentikan setelah anggota Polres Sumba Timur yang juga berada di lokasi itu  melepaskan tiga kali tembakan ke udara.

Amarah warga RT 19 itu reda setelah petugas PDAM, Yulius Benu mendatangi lokasi dan melakukan penyambungan pada pipa yang terputus tersebut.

Menurut Yulius, saluran pipa di lokasi urukan beberapa waktu lalu sempat tersumbat akar kayu sehingga distribusi air bersih ke rumah warga RT 19 menjadi terganggu. Karena debit air menurun terang Yulius, pihaknya juga harus bisa membagi distribusi air bersih per wilayah.

Terpisah, Direktur PDAM Matawai Amahu, Agustina Rambu Naha Hawu menjelaskan, gangguan distribusi air bersih pada sejumlah lokasi termasuk di RT 19 Kelurahan Hambala disebabkan debit air yang mengalami penurunan di mata air Mbatakapidu juga mata air di Km 10.

"Jadi, distribusi air ke bak penampungan sementara PDAM dan selanjutnya disalurkan pada pipa  ke rumah-rumah warga tidak seimbang. Persedian air bersih dari mata air lebih sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan air bersih warga.  Pipa yang ada juga sering kemasukan udara dan tersumbat," jelasnya.

Dikatakan, macetnya distribusi air bersih pada warga beberapa waktu lalu diakibatkan adanya pengerjaan ulang jaringan perpipaan air bersih di Km 10 yang dibangun PT Nusantara. "Karena mutu pekerjaannya kami nilai kurang layak, sehingga kami minta kontraktor tersebut melakukan rehabilitasi pekerjaannya. Nah ketika melakukan pekerjaan, alat berat perusahaan tersebut menggilas jaringan pipa induk PDAM hingga terputus dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk memperbaikinya," tandasnya. (jun/ays)


Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD