Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 01 April 2014

Lapor Jika Ada Saudara Hilang

Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana, berdialog bersama warga sKampung Homibela, Kodi-Sumba Barat Daya, Minggu (30/3/2014) siang
Tambolaka - Masyarakat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  dihimbau membuat laporan kepada pemerintah desa masing-masing bila mengetahui ada orang tua, anak atau saudara yang hilang.
 
"Laporkan kehilangan saudara, anak ke kepala desa masing-masing. Nanti kepala desa laporkan ke camat lalu camat lapor kepada kami di DPRD. Nanti dewan cek ke Polres Sumba Barat," kata Oktavianus Jama Nuna, anggota DPRD SBD, dalam pertemuan dengan masyarakat di Kampung Homibela, Desa Kapaka Mandeta, Minggu (30/3/2014) siang.

Oktavianus menyampaikan hal ini sebelum Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Ana Yoga dan Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen Achmad Yuliarto, tiba di lokasi.

Dia mengatakan, setelah pertemuan dengan Kapolda dan Dandrem, akan ada pertemuan kepala desa dengan masyarakat untuk melakukan pendataan warga. Menurutnya, saat ini ada 104 warga yang ditahan di Polres Sumba Barat, diduga terlibat pembakaran kantor KPU Kabupaten SBD. Jika setelah pendataan ternyata warga yang belum pulang rumah lebih dari 104 orang berarti ada yang hilang.

Kasus Penembakan

Saat berdialog dengan Kapolda NTT, warga menyinggung tentang penembakan yang dilakukan aparat keamanan. "Saya dengar ada korban. Supaya pastikan, korban meninggal karena apa? Tolong dipastikan penyebabnya. Karena, saya dengar ada warga yang ditembak dipunggungnya," kata Martinus.

Lukas, warga lainnya, juga menanyakan tentang penembakan aparat keamanan kepada warga Kodi dalam perjalanan pulang dari kantor KPU SBD. Namun ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan warga, Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Ana Yoga tidak menyinggung kasus penembakan yang dilakukan aparat keamanan.

Sementara Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen A Yuliarto sudah meninggalkan Kampung Homibela jauh sebelum dibukanya sesi dialog dengan masyarakat. Dandrem bersama Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Art Deni Kusmawan berada di lokasi pertemuan sekitar 15 menit, setelah itu pamit pulang dengan alasan hendak kembali ke Kupang menggunakan pesawat yang waktu penerbangannya jam 14.00

Mayat Itu Paulus Tanggu

BERSAMAAN  dengan kejadian pembakaran Kantor KPU SBD, Jumat (28/3/2014), ditemukan seorang warga tewas di kebun jagung. Lokasi penemuan tidak jauh dari kantor KPU SBD.

Mayat yang belakangan diketahui bernama Paulus Tanggu, asal Desa Monggolele, Kodi, diisi dalam karung. Di kepala dan sekujur tubuhnya terdapat luka potong.
Di lokasi penemuan mayat tidak terlihat bekas darah berceceran sehingga diduga bukan merupakan lokasi pembunuhan.

Menurut catatan Pos Kupang, selama ada kasus pembunuhan yang melibatkan orang Sumba, umumnya korban tewas dibiarkan tergeletak di lokasi hingga polisi tiba. Jenazah Paulus Tanggu masih disemayamkan di Rumah Sakit Caritas. Menurut rencana, akan dilakukan otopsi oleh tim dari Mabes Polri pada tanggal 2 April. Setelah itu baru jenazah diserahkan kepada keluarga. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD