Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 23 April 2014

Kasus Pengadaan Sepeda Motor, Bupati Sumba Barat Jadi Tersangka

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Mangihut Sinaga, S.H
Kupang - Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pengadaan 158 unit sepeda motor pada Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Sumba Barat, Tahun Anggaran (TA) 2011. Jubilate ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui tahapan ekspos yang dilakukan pihak Kejati NTT di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Sang bupati menjadi tersangka lantaran proyek ini diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 285.601.509.
 
Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Mangihut Sinaga, S.H, mengatakan, Hasil ekspos di Kejagung sudah disepakati Bupati Sumba Barat ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja perlu pendalaman-pendalaman untuk keterangan saksi-saksi dalam kasus itu

Mangihut menjelaskan,  berdasarkan fakta di persidangan ditemukan ada keterlibatan Bupati JP Pandango dalam kasus tersebut. Untuk memeriksa Bupati JP Pandango sebagai tersangka harus mendapat izin dari presiden melalui mendagri. Bila dalam waktu 30 hari tidak ada izin, lanjutnya, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap JP Pandango.

"Untuk penanganannya tetap ditangani Kejari Waikabubak. Pasalnya, penanganan kasus itu sejak awal ditangani Kejari Waikabubak" Jelas Mangihut

Jubilate diduga telah melanggar prosedur penggunaan anggaran dana Silpa tahun anggaran 2011/2012, dan selaku pengambil kebijakan. Pengadaan sepeda motor ini, awalnya disetujui dalam APBD sebanyak 25 unit, menggunakan dana DAU sebesar Rp 534.872.200. Namun bupati mengambil kebijakan, pengadaan tersebut ditambah menjadi 158 unit, dengan sumber dana dari Silpa tahun 2011 sebesar Rp 2.754.225.800, sehingga total dana mencapai Rp 3,289 miliar lebih.

Sebagai bupati, Jubilate diduga mengambil kebijakan tanpa meminta persetujuan DPRD. Padahal, pengadaan sepeda motor bukanlah sesuatu yang darurat, sehingga dengan kewenangan bupati dapat mengambil kebijakan tersebut.

Jubilate diduga telah melakukan kesalahan, dengan membuat catatan disposisi yang berisi penunjukan langsung pengadaan sepeda motor tersebut, kepada Fandy Tjiang alias Aciang, selaku pemilik PT. Surya Baru Sejahtera. Dan, atas perintah dan hasil konsultasi dengan Bupati, pada Januari 2012, Maxi Nangge, selaku KPA, membuat rencana umum pengadaan barang dan jasa Setda Kabupaten Sumba Barat, yang di dalamnya termasuk pengadaan sepeda motor.

Kemudian, pada 1 Februari 2012, Jubilate disebutkan membuat disposisi pada surat rencana umum pengadaan barang dan jasa tersebut, dengan isi perintah penunjukan langsung kepada Fandy Tjiang. Selanjutnya, rencana umum belanja barang dan jasa itu, berdasarkan disposisi bupati, kemudian secara internal ditunjuk Viktor Kali Batu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Maxi Nange sebagai KPA.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Waikabubak juga telah menetapkan empat tersangka, masing-masing Tan Jemmy Tanujaya, Melkisedek Triwaluyo Jati Ara, Fandy Tjiang, dan Viktor Kali Batu yang kini menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Kupang.


Sumber: PK/Timex
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD