Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 01 April 2014

Kapolda NTT: Dinginkan Hati

Kapolda NTT
Tambolaka - Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana,  mengingatkan masyarakat tidak usah tepuk dada untuk berani mati.  "Untuk apa berani yang konyol. Jangan merumuskan kebenaran dengan sendiri-sendiri. Saya tidak rela saudara-saudara berkelahi. Tolong jangan buat kami (polisi) berhadapan dengan bapak ibu saudara/i. Mari kita berjuang dengan cara yang benar. Mari kita dinginkan hati. Jangan berbenturan dengan saudara sendiri. Saya berharap hati kita bersih, jangan dinodai," tandas Untung Yoga.

Untung Yoga mengatakan, SBD merupakan kabupaten baru. Agar pembangunan berjalan, kondisinya harus kondusif dan memerlukan kerja sama semua pihak.

"Semangat bapak ibu tidak salah. Komitmen kepada bapak Kornelis (KONco Ole Ate) yang didukung tidak keliru. Tapi memang cara untuk mengekspresi dan mendukung perlu dikomunikasi dengan baik," ujar Untung Yoga.

Kapolda mengharapkan pengertian masyarakat terhadap sikap polisi memproses hukum warga yang diduga sebagai pelaku pembakaran kantor KPU SBD. "Izinkan kami proses sesuai aturan normatif. Kalau tidak lakukan, polisi salah juga. Proses tidak didasari atas kebencian," katanya.

Untung Yoga menyatakan, warga harus terima realita. Bagi mereka (warga yang ditahan) sebagai bentuk pengorbanan.  "Saya sangat maklum, dalam hati kita semua bersemayam. Beri kesemptan kepada kepolisian untuk bekerja, akan kita lakukan. Hal-hal kemanusian tetap diperlakukan dengan baik. Mohon maaf, pada waktunya nanti mereka keluar," ujarnya.

Untung Yoga menegaskan, kasus ini menjadi prioritas sehingga akan diproses secepatnya. Dan, dilakukan secara proporsional.  "Saya sudah kasih tahu Kapolres (AKBP M. Ischaq) agar diperlakukan secara khusus, cepat ditolong. Saya juga koordinasi dengan kejaksaan," katanya.

Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto mengatakan, perlu dilakukan evaluasi kegiatan sehingga ke depan lebih baik. Menurutnya, apa yang sudah terjadi tidak boleh terulang kembali.

Danrem juga mengharapkan agar semua pihak, termasuk tokoh masyarakat berperan untuk mengendalikan masyarakat.  "Jangan terprovokasi oleh oknum-oknum yang mau kepentingan dia sendiri. Jangan sampai ada SMS ajakan yang gelap. Tokoh massyarakat berperan. Jangan terpengaruh kekerasan," kata Achmad Yuliarto,  sembari menegaskan bahwa hal politik diserahkan kepada pemimpin. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD