Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 02 April 2014

Gubernur NTT: Usulan DPRD SBD Saya Cermati Dulu

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya
Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi NTT telah menegaskan usulan Paket MDT-DT sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) ke DPRD SBD.

Namun usulan ini diteruskan DPRD SBD dengan kembali menegaskan kepada Mendagri melalui Gubernur NTT bahwa Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih adalah pasangan KONco Ole Ate.

 
Terhadap hal ini, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menegaskan, dirinya belum tentu langsung menyerahkan usulan DPRD SBD itu kepada Mendagri tetapi harus dicermati terlebih dahulu.

"Ya ini kan masih dibahas toh? Harus dicermati baik-baik," jawabnya kepada wartawan usai rapat bersama Ketua DPRD SBD dan beberapa anggota DPRD SBD di Ruang Rapat Gubernur NTT, Selasa (1/4/2014) malam.

Menurut gubernur, penegasan usulan oleh DPRD SBD yang tidak sesuai dengan penegasan KPU NTT tidak bisa disalahkan. Gubernur bahkan meminta media untuk membuat berita yang lebih menyejukkan.

"Saya tidak boleh mempersalahkan toh? Masa saya harus mempersalahkan mereka. Media juga diminta untuk membuat berita yang lebih menyejukkan karena ini sangat sensitif, jadi kalau berita sedikit mereka terprovokasi maka itu akan terjadi," ujarnya.

Tentang pertemuan malam itu, Gubernur mengaku bahwa kedatangan Ketua DPRD SBD, Yoseph Malo Lende, bersama lima anggota DPRD lainnya itu untuk mendesak agar Gubernur NTT segera meneruskan usulan ke Mendagri agar Paket KONco Ole Ate segera dilantik.

"Mereka DPRD memang datang untuk mendesak supaya gubernur segera mengajukan usulan pasangan KONco Ole Ate. Usulannya sudah lama dan ada surat-surat menyusul ini hanya untuk menegaskan bahwa usulan Paket KONco Ole Ate itu final dan segera supaya ditindaklanjuti. Penegasan itu sudah saya terima dari DPRD bahkan sudah beberapa kali mengusulkan. Dan, kami juga sudah menyerahkan secara tertulis kepada Mendagri," jelas gubernur. 

Tentang kapan usulan itu akan diteruskan ke Mendagri, Gubernur tidak memastikan waktunya dan ada kemungkinan akan diproses nanti setelah pemilu. "Saya belum bisa memastikan kapan amannya. Sejak awal saya sudah katakan ini kita colling down, sudah nanti setelah pileg kita lihat kondisinya seperti apa," imbuhnya.

Ketua DPRD SBD, Yoseph Malo Lende, secara terpisah kepada wartawan usai menemui gubernur menjelaskan, mereka datang menemui gubernur untuk menyampaikan hasil rapat dengar pendapat mereka beberap waktu lalu yang isinya, antara lain mendesak segera memroses berkas Paket KONco Ole Ate ke Mendagri.

Hal ini berdasarkan  hasil "pleno" ulang KPU SBD tanggal 26 September 2013 yang kemudian diusulkan ke DPRD SBD pada tanggal 30 September 2013.

"Yang kami bawa ke sini  (sampaikan kepada gubernur, Red) adalah hasil rapat dengar pendapat yang menolak dengan tegas pelantikan MDT-DT karena itu tidak melalui prosedural seperti dalam PP 6 tahun 2005," tegas Malo Lende.

Pantauan Pos Kupang, pertemuan yang berlangsung di ruang rapat gubernur ini berlangsung tertutup. Sejumlah wartawan yang ingin meliput pertemuan itu terpaksa mengintip lewat pintu kaca. Rapat yang dimulai sekitar pukul 19.00 wita ini baru berakhir sekitar pukul 20.45 wita.

Dari SBD yang hadir, Ketua DPRD SBD, Yoseph Malo Lende; Ketua Badan Kehormatan DPRD SBD, Sulaiman T Wungo; anggota DPRD SBD, Martinus Manu Mara, Mikael Lende, Rudolf Holo, Agus Mali dan Sekretaris DPRD SBD, Paulus Ndara Gallu.

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD