Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 23 April 2014

Abdul Hamid: Tidak Tahu Hubungan Tiga Rekanan

Tiga orang panitia pelelangan pengadaan 158 unit sepeda motor di Sumba Barat mengucapkan sumpah sebelum bersaksi di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (22/4/2014)
Kupang -  Ketua Panitia Pelelangan 158 unit sepeda motor di Kabupaten Sumba Barat, Abdul Hamid, mengaku tidak mengetahui hubungan tiga rekanan.  Ia juga tidak tahu penentuan harga perkiraan sendiri (HPS), apakah melalui survei atau tidak.
 
Abdul Hamid menyampaikan hal ini ketika ditanyai majelis hakim saat sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (22/4/2014).

Sidang  lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin majelis hakim ketua,   Ida Bagus Dwiyantara, S.H, M.Hum, didampingi Khairuludin, S.H dan Ansyori Syaefudin, S.H, Panitera Pengganti Anderias Benu, S.H dan Yohana Lekbila, S.H.  Jaksa Penuntut Umum, Didit Agung Nugroho, S.H dan Noptra, S.H.
Sementara terdakwa dalam kasus ini, yakni Fandi Tjiang alias Aciang, Tan Jemmy Tanujaya alias Tan Boen Fang dan Melkizedek Triwaluyo Jati Ara alias Yuyun.

Dalam persidangan ini berkas dipisahkan, yaitu  Fandi Tjiang alias Aciang tersendiri, sedangkan berkas Tan Jemmy Tanujaya alias Tan Boen Fang dan Melkizedek Triwaluyo Jati Ara alias Yuyun disatukan. 

Aciang didampingi oleh penasehat hukum  Mahfud, S.H, sedangkan Tan Boen Fang dan  Yuyun didampingi John Rihi, S.H dan Yanti Seubelan, S.H.  Saksi yang diperiksa panitia pelelangan, yaitu  Abdul Hamid (ketua), Heribertus (sekretaris), Danial Budi Santoso (anggota) dan Woldeman.

Dalam pemeriksaan Abdul Hamid mengatakan, pengadaan 158 sepeda motor itu dilakukan dengan cara pelelangan umum dan  sistem gugur.  Ditanya oleh John Rihi tentang keberadaan tiga terdakwa, Abdul Hamid mengatakan, ia tidak mengetahui  apakah ada hubungan diantara ketiganya maupun soal kolusi.

"Saya tidak tahu apakah ada kolusi diantara ketiga rekanan ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, dirinya bersama sekretaris dan beberapa anggota panitia pelelangan diangkat dengan SK Sekda Sumba Barat. Sedangkan  HPS  ia sendiri tidak mengetahui HPS karena HPS dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dikatakannya, pengadaan 158 unit sepeda motor itu untuk para kepala sekolah dan pengawas di Sumba Barat.

Sementara pemeriksaan terhadap Heribertus, Danial Budi Santoso dan Woldeman, majelis hakim, JPU dan penasehat hukum menanyakan hal yang hampir sama terkait proses pelelangan dan rekanan yang mengikuti tender.

Untuk diketahui, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak, mendakwa tiga rekanan yang mengikuti proses pelelangan 158 sepeda motor melakukan tindakan korupsi secara bersama.  JPU mendakwa  Aciang secara primair dan Sub Sidair dengan intinya bahwa turut terlibat dalam kasus pengadaan 158 sepeda motor pada bagian perlengkapan Setda Sumbar tahun 2012. 

Pada dakwaan Sub Sidair, JPU mengatakan, Aciang telah secara bersama-sama dengan PPK, Victor Kalli Batu melakukan tindakan korupsi dengan cara menguntungkan diri sendiri /orang lain dengan jabatan atau kedudukan sehingga menyebabkan kerugian negara.

Dakwaan terhadap dua orang terdakwa ini pun sama dengan dakwaan dari Achiang. Karena itu ketiga rekanan ini didakwa dengan dakwaan  primair Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 (1) ke- 1.

Sedangkan dakwaan Subsidair pada Pasal  3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999, Jo Pasal 55 (1) ke- 1 KUHP.


Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD