Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 16 Maret 2014

Undana Panggil Mahasiswa Sumba dan Alor Yang Terlibat Tawuran

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fred Benu, M.Si, Ph.D
Kupang - Pihak  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang segera memanggil oknum mahasiswa yang terlibat tawuran di Kelurahan Oesapa, Kamis (13/3/2014) dinihari. Para mahasiswa itu dinyatakan telah melanggar kode etik yang berlaku di kampus. 
Hal ini disampaikan Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fred Benu, M.Si, Ph.D, dan Pembantu Rektor  III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Maximilian MJ Kapa, M.Agr.Sc, kepada Pos Kupang, Jumat  (14/3/2014).

Kapa mengatakan, pemanggilan mahasiswa yang terlibat dalam aksi tawuran di Oesapa bertujuan memberi pembinaan. "Mahasiswa itu sudah langgar kode etik yang berlaku di kampus Undana. Ada sanksi diberikan kepada para mahasiswa yang terlibat tawuran itu. Sanksi sesuai berat ringannya pelanggaran," tandasnya.

Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Fred Benu, M.Si, Ph.D mengatakan, "Kami punya sanksi, skor, yaitu pelanggaran ringan dan berat. Jika pelanggaran ringan akan dikenakan sanksi, tetapi apabila pelanggaran  berat, mahasiswa bersangkutan akan dipecat."

Tentang kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang untuk penertiban tempat kos dan  mendata jumlah mahasiswa Undana di setiap kos di Kota Kupang terutama di Oesapa, Fred mengatakan, itu merupakan tugas Pemerintah Kota Kupang, apalagi pemerintah memiliki peraturan daerah mengenai kos-kosan.

"Kami di kampus hanya bisa mengimbau saja, sementara yang punya kewenangan itu pemerintah," ujarnya.

Mengenai mahasiswa yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi dalam kasus sebelumnya, Fred mengatakan, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaaan telah mengirim surat kepada Polres Kupang Kota untuk meminta nama atau identitas mahasiswa yang terlibat tawuran pada saat pesta wisuda minggu lalu.  "Setelah ada nama, kami panggil dan beri sanksi sesuai pelanggaran mereka. Kalau pelanggaran berat mahasiswa bersangkutan akan dipecat," tegas Fred.

Wakil Rektor III  Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Dr. Johni Lumba, M.Pd, di ruang kerjanya, Jumat (14/3/2014) mengatakan, belum berkoordinasi dengan Polres Kupang Kota untuk meminta informasi terkait oknum mahasiswa UKAW yang terlibat tawuran. "Kalau ada mahasiswa yang terlibat dalam tawuran beberapa hari lalu itu akan dipecat. Yang sudah alumni kami akan koordinasi dengan rektor," ujarnya.

Johni mengatakan, untuk mencegah aksi tawuran di hari-hari mendatang, UKAW butuh dukungan pemerintah, polisi, perguruan tinggi dan lingkungan di mana mahasiswa UKAW berada. Juga perlu dukungan dari RT, RW, pemilik kos, lurah, camat dan walikota.

Pembantu Rektor III Universitas PGRI NTT, David RE Selan, SE,MM, di ruang kerjanya, Jumat (14/3/2014) siang menyatakan, Universitas PGRI NTT  tidak bisa ikut campur dalam penanganan kasus OT, karena kasus pidana yang bersifat perorangan.

David mengatakan, jika OT terbukti melanggar atau merusak lembaga Universitas PGRI, maka lembaga membantu mengurusi masalah tersebut. "Masalah ini kita serakan pada individu  sehingga lansung ditangani oleh pihak berwajib," katanya. (yel/aa/rr)

Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD