Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 18 Maret 2014

Tokoh Sumba dan Alor Bertemu Selesaikan Pertikaian

Ketua Umum Ikatan Keluarga Asal Sumba Prof. Frans Umbu Data
Kupang - "Selama ini ada kesan dalam masyarakat Kota Kupang kalau antara orang Sumba dan orang Alor ada masalah, ada dendam lama. Kami tidak punya masalah, hubungan kami baik-baik saja."
 
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Ikatan Keluarga Asal Sumba Prof. Frans Umbu Data dalam pertemuan untuk menyelesaikan konflik antara mahasiswa Sumba dan mahasiswa Alor di Gereja Dispora, Oesapa, Minggu (16/3/2014).

"Hubungan kami baik-baik saja. Yang terjadi beberapa waktu lalu adalah perkelahian antara beberapa orang yang kebetulan berasal dari Sumba dan Alor. Kami ingin menghilangkan kesan yang tercipta selama ini di dalam masyarakat Kota Kupang bahwa jika ada perkelahian atau minum mabuk pasti orang Sumba atau Alor. Jangan karena satu dua orang yang berbuat lalu nama etnisnya yang dibawa-bawa. Kasihan orang yang tidak tahu apa-apa dicap sebagai pembuat masalah," ujar Frans.

"Hari Jumat, kami melakukan pertemuan bersama antara tokoh asal Sumba dan Alor, melahirkan beberapa kesepakatan bersama yang akan kita tanda tangan bersama. Ini sebagai langkah penyelesaian konflik sekaligus langkah antisipasi ke depan agar masalah seperti ini jangan terjadi lagi. Hari ini kami ingin mendengarkan segala masukan baik dari mahasiswa maupun tokoh masyarakat Oesapa guna menyempurnakan kesepakatan ini nantinya," ujarnya.

Tokoh Alor, Fredik Bolang, mengatakan sedih dengan apa yang terjadi. "Kita ini bersaudara yang kebetulan satu lahir di Sumba dan yang satunya lahir di Alor. Kenapa mesti berkelahi begini. Saya hanya tegaskan, kalau kami selaku orang tua telah sepakat untuk membuat kesepakatan damai menyudahi masalah ini. Saya meminta anak-anak saya untuk mendengar nasehat kami orang tua kalian ini. Kita ini bersaudara tidak usah berkelahi yang berkepanjangan. Salah paham sedikit itu wajar tetapi harus cepat diselesaikan dengan damai," ujar Bolang.

Lurah Oesapa, Ebed Jusuf, mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan dan Polsek Kelapa Lima untuk menggagas pertemuan tersebut juga mencari jalan damai penyelesaian masalah. Ia mengaku, banyak warganya yang terganggu dengan masalah ini.

"Ada mahasiswa yang terpaksa harus menggungsi karena merasa tidak nyaman lagi tinggal di Oesapa. Masalah ini harus segera diselesaikan supaya semua pihak dapat beraktivitas dengan normal dan memperoleh rasa aman dan nyaman tinggal di sini," ujar Ebed. (dd)



Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD