Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 15 Maret 2014

Tawuran Mahasiswa Sumba dan Alor: 77 Pemuda Dipulangkan, Lima Diproses Hukum

TERSANGKA. TO, salah satu tersangka kasus bentrok pemuda di Kelurahan Oesapa saat hendak diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Jumat (14/3). Dia amankan terlibat dalam bentrokan pemuda itu dengan membawa senjata tajam berupa sebilah pisau.
Kupang - Saat bentrokan pemuda Alor dan Sumba di Kelurahan Oesapa, polisi mengamankan 82 pemuda beserta barang bukti senjata tajam berupa parang dan pisau. Setelah dibina di Mapolresta, 77 pemuda dipulangkan, sedangkan lima lainnya diproses hukum. 
Tindakan pihak Polres Kupang Kota dengan melepaskan 77 orang pemuda yang terlibat bentrok pemuda di wilayah Kelurahan Oesapa ini menuai kritikan dari sejumlah masyarakat Oesapa.

Pasalnya, pasca dilepasnya puluhan pemuda itu, pada malam harinya, Kamis (14/3), kembali terjadi penyerangan, hingga menyebabkan puluhan rumah warga rusak terkena lemparan batu.

Sementara itu Lurah Oesapa, Ebed Jusuf, S.Pt  di ruang kerjanya, Jumat (14/3/2014) mengungkapkan kekecewaannya karena mahasiswa yang terlibat bentrokan tidak ditahan dan diproses hukum

"SAYA berharap para mahasiswa yang terlibat keributan antar mahasiswa dan telah ditangkap pihak keamanan, ditahan dan diproses hukum. Namun ternyata mereka dikembalikan untuk dibina, saya sangat kecewa,"  katanya

Ebed menjelaskan, terakhir kali berkoordinasi dengan pihak Polresta Kupang Kota bahwa para mahasiswa yang terlibat tawuran itu akan di BAP, namun ternyata sudah dikembalikan untuk dibina oleh orang tua.

"Saya baru tahu. Saya menyangka mereka ditahan dan diproses hukum untuk memberikan efek jera dan memberikan contoh kepada yang lain agar jangan melakukan aksi tawuran. Saya kecewa kalau ternyata mereka tidak diproses  hukum. Tawuran ini bukan yang pertama kali terjadi, sudah berulang-ulang. Takutnya mereka berulah lagi," kata Ebed.

Ia mengatakan, perkelahian antar mahasiswa di wilayah Oesapa  sudah terjadi dari Jumat lalu. Saat itu  sudah diberikan arahan untuk berhenti karena sudah makan korban, tetapi mereka tetap saja berkelahi.
Oknum mahasiswa yang terlibat tawuran itu, demikian Ebed,  telah banyak merugikan masyarakat sekitar karena banyak rumah warga yang terkena lemparan batu dari mereka.

"Saya berharap diproses hukum saja. Tetapi kalau sudah dilepas, saya berharap pihak kepolisian memberikan perhatian lebih dalam hal pengawasan terhadap para mahasiswa itu. Kalau mereka melakukan hal yang sama, langsung saja diproses hukum karena mereka telah merugikan dan meresahkan warga sekitar Oesapa ini," katanya.

Ebed menyatakan, pihaknya akan meminta agar pemilik kos tidak menciptakan asrama- asrama kesukuan lagi.

"Semua harus berbaur. Satu asrama tidak boleh hanya dihuni satu etnis saja, itu bahaya. Harus membaur supaya saling kenal. Saya akan memaksimalkan siskamling untuk membubarkan pemuda yang pada malam hari suka duduk berkumpul karena biasanya saat  duduk kumpul itu terjadi konflik. Apalagi kalau sudah minum minuman keras," tegas Ebed.


Sumber: timorexpress/kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD