Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 15 Maret 2014

Tawuran antar mahasiswa Sumba dan Alor Dipicu Dendam Lama

BERI ARAHAN--Kapolres Kupang Kota, AKBP Tito Basuki, Priyatno, S.Ik, memberikan arahan kepada para mahasiswa asal Sumba dan Alor yang terlibat tawuran si Oesapa saat berada di Mapolres Kupang Kota, Kamis (13/3/2014).
Kupang - Tawuran antar mahasiswa asal Sumba dan mahasiswa asal Alor yang berdomisili di Kelurahan Oesapa pada Rabu  (12/3/2014) hingga Kamis (13/3/2014) dinihari itu diduga terjadi karena dendam lama.
Dalam aksi tawuran itu, polisi mengamankan barang bukti berupa belasan parang, dua ember batu berbagai ukuran, pisau dan sebotol minuman keras. Polisi menyita barang itu saat razia setelah mendengar adanya gejolak antara mahasiswa asal Sumba dan mahasiswa asal Alor di Kelurahan Oesapa.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Tito Basuki Priyatno, S.Ik menyampaikan itu saat memberikan arahan kepada 82 mahasiswa yang ditangkap karena terlibat aksi tawuran.  Tito mengatakan, apa yang para mahasiswa ini telah meresahkan masyarakat sekitar Oesapa dan Kota Kupang. Aksi tawuran mahasiswa asal dua daerah itu telah mengganggu keamanan di Kota Kupang.

"Orang tua kirim kalian ke Kupang untuk sekolah, bukan untuk saling perang. Kemarin kalian merusak mobil dan melukai seorang aparat kepolisian, sekarang kalian melakukan aksi tawuran yang meresahkan warga sekitar dan menyebab kerusakan rumah warga," kata Tito.

Kapolres menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Oesapa dan Babinsa yang mencium ada gejolak tawuran, maka sekitar pukul 20.00 Wita, aparat Polres Kupang Kota melakukan patroli untuk mengamati keadaan di wilayah Oesapa.

Setelah melihat adanya gejolak yang diperlihatkan oleh mahasiwa asal Sumba, demikian Tito, polisi melakukan razia. Polisi akhirnya menangkap beberapa mahasiswa di sejumlah kos  dan menemukan beberapa barang bukti yang menunjukkan adanya indikasi akan melakukan  penyerangan. Barang bukti itu berupa parang, batu dan barang tajam lainnya.

"Saya akan mengusulkan agar acara adat yang menggunakan parang, baik pada saat pesta maupun acara penyambutan lainnya tidak perlu digunakan, diganti kayu saja supaya mencegah jangan sampai hal seperti ini terulang lagi di masa  mendatang. Saya berharap kalian yang hari ini ditangkap bisa sadar dan tidak mengulangi hal ini. Berhenti duduk kumpul-kumpul,  apalagi sambil minum  minuman keras. Kami tidak main-main memberi tindak tegas jika mahasiswa kembali berulah," tegas Tito.

Sulaiman, salah seorang perwakilan dari orang tua Sumba menyatakan sangat menyesal terhadap aksi mahasiswa asal Sumba tersebut.

"Saya berterima kasih karena aparat kepolisian dapat bertindak cepat sehingga konflik tidak meluas. Masalah yang empat hari lalu belum selesai kalian sudah buat masalah lagi. Kasihan orang tua kalian di Sumba bekerja setengah mati untuk membiayai kalian sekolah, tetapi kalian malah berkelahi," kata Sulaiman.

Pantuan Pos Kupang di Polesta Kupang Kota, para mahasiswa yang ditangkap dikumpulkan di belakang kantor polesta didata dan diberikan pengarahan.  Terlihat sekitar 82 mahasiswa yang ditahan, ada yang tanpa menggunakan baju. Tampak barang bukti yang disita, antara lain parang, pisau, batu, tas yang digunakan sebagai tempat menyimpan batu dan sebotol minuman keras.

Kapolesta Kota Kupang, AKBP Tito Basuki Priyatno, memutuskan untuk mengembalikan para mahasiwa kepada orangtua untuk dibina agar kejadian ini tidak terjadi lagi.

"Silakan ambil kembali barang kalian yang telah kami sita, tetapi khusus barang tajam tidak kami kembalikan untuk mencegah penyalahgunaan barang tajam ini di masa yang akan datang. Kami tidak akan main-main kalau tindakan yang kalian lakukan mengancam keamanan orang banyak," tandas Tito.

Untuk diketahui, Aparat Polres Kupang Kota mengamankan sekitar 82 mahasiswa yang kuliah di Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas PGRI, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) dan Politani di Jalan Suratim, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Kamis (13/3/2014) dinihari.

Mereka diamankan karena mabuk-mabukan, membawa senjata tajam dan berpotensi melakukan aksi tawuran.Kapolres Kupang Kota, AKBP Tito Basuki Priyatno, menyampaikan itu melalui Wakapolres Kupang Kota, Kompol Yulian Perdana, yang dihubungi Pos Kupang, Kamis. (13/3/2014) siang.

Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD