Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 09 Maret 2014

Panasonic Bagikan 1.000 Lampu Bertenaga Surya di Pulau Sumba dan Sabu


Masih banyak masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hidup dalam kegelapan, tak tersentuh penerangan karena tidak adanya jaringan listrik. Di antaranya masyarakat Dusun Kombu. Namun hari ini, sebagian dari mereka memperoleh cahaya.
 
Mulai Rabu (5/3/2014), Panasonic Corporation bekerjasama dengan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) menyalurkan 700 solar lantern untuk masyarakat Pulau Sumba secara bertahap. Sebagai tahap awal sebanyak 30 kepala keluarga di Dusun Kombu mendapat solar lantern secara cuma-cuma.

Tak hanya itu, mereka juga mendapat cover lampu yang didesain khusus oleh para pemenang desain terbaik dari seluruh dunia. Terdapat 100 desain yang terpilih dari proses voting melalui Facebook.

Solar lantern ini berupa lima LED (Lighting Emited Diode) bertenaga surya. Tingkat penerangannya mencapai 360 derajat.

Lampu berukuran sekitar 15x15 cm ini dilengkapi dengan solar panel berukuran 3,5 watt dengan pengisian daya baterai selama 6 jam.

Solar lantern ini bisa dipakai 6-90 jam dengan 3 tingkat pencahayaan yang berbeda. Tingkat pencahayaan pertama (paling redup) bisa menyala hingga 90 jam, tingkat kedua (lebih terang) 40 jam, dan tingkat ketiga (paling terang) 6 jam.

Lampu ini juga bisa menjadi sumber pengisian daya alat elektronik berdaya rendah dengan USB port. Desainnya juga mudah dibawa dan memungkinkan untuk diletakkan dengan beberapa posisi.

"Jadi bisa untuk recharge handphone," kata Manager Global Operation Office Panasonic, Halhisa Okuda di lokasi.

Kepala Desa Meorumba Umbu Lay Ria mengatakan dirinya senang warganya kini mulai mendapat penerangan. Sehingga tak lagi hidup dalam gelap.

"Anak-anak kasihan kalau mau belajar, gelap. Sekarang sudah punya lampu. Pemerintah belum pernah sampai ke sini, PLN juga tidak," cerita Lay.

Desa ini berjarak 100 km dari pusat ibu Kota Kabupaten Sumba Timur, Waingapu. Jalanan yang harus ditempuh sangat berliku, terjal dan naik turun bukit.

Sebanyak 272 kepala keluarga tinggal di sana dan tak satupun jaringan listrik yang terpasang. Selama ini mereka hanya bergantung pada sinar matahari dan pelita berbahan bakar minyak tanah.

"Satu liternya Rp 10 ribu, belinya di kota," imbuhnya.

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang menjadi target program CSR ini. Ditargetkan 100.000 ribu solar lantern dibagikan ke negara-negara berkembang di dunia.

"Selain di Indonesia, kami juga telah menyalurkan bantuan yang sama ke Myanmar, Kamboja, dan India,"ujarnya.

Tak hanya Pulau Sumba, Panasonic juga akan menyalurkan 300 solar lantern di Pulau Sabu. Sehingga totalnya 1.000 solar lantern yang dibagikan di NTT.


Sumber: detik.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD