Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 17 Maret 2014

KPU SBD Tolak Tanda Tangan Kronologi Pemilukada

LIPAT SURAT SUARA - Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat Daya, Matias Ndelo (kedua dari kanan) bersama komisioner lain dan staf sekretariat KPU SBD melipat surat suara, Jumat (14/3/2014).
Tambolaka - Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Matias Ndelo, menolak menandatangani surat berisi kronologi kasus Pemilukada SBD yang dibuat KPU Propinsi NTT.

Kronologi Pemilukada SBD dibuat KPU NTT dan diserahkan Komisioner KPU NTT, Yosafat Koli, kepada Sekretaris KPU Kabupaten SBD, Ignas Dodok, dalam pertemuan di
Kantor KPU Sumba Barat di Waikabubak, Kamis (13/3/2014) sore.

Sebelumnya, Yosafat Koli melakukan pertemuan dengan komisioner KPU SBD di kantor KPU SBD, Kamis siang. Pertemuan terhenti karena situasi kurang kondusif menyusul hadirnya anggota Forum Masyarakat Bersama (Formabes) Peduli Kebenaran dan Keadilan.

"Kronologi itu dibuat KPU NTT selanjutnya dikopi dan diserahkan kepada sekretaris KPU SBD, termasuk juga diserahkan kepada ketua KPU Sumba Barat dan Kasat Intel (Polres Sumba Barat) yang juga hadir dalam pertemuan itu. Di bawa kronologi ada tertera nama saya. Saya tidak mau tanda tangan. Karena tidak pernah melakukan dan mengalami pemilukada," tandas Matias Ndelo di sela-sela melipat surat suara, Jumat (14/3/2014) pagi.

"Jangan oleh karena hirarki lantas kami dipaksa untuk berbuat, saya pikir tidak wajar. Kalau pemilukada tidak bermasalah tidak apa-apa tapi ini jelas-jelas bermasalah. Tidak ada efek hukum tidak apa. Kami tidak mau masuk penjara dan menjaga keselamatan nyawa kami," katanya.

Dia pasrah jika KPU NTT dan KPU Pusat menjatuhi sanksi kepadanya. "Kalau hanya tidak tanda tangan surat kronologi lalu saya diberhentikan, saya terima. Mereka yang punya hirarki," ujar Matias Ndelo.

Berulangkali dia mengatakan, "Jangan masukan kami dalam percobaan tapi bebaskanlah kami dari yang jahat."

Sebelumnya diberitakan, kegiatan supervisi yang dilakukan KPU NTT terhadap KPU Kabupaten SBD, Kamis (13/3/2014) siang terhenti oleh kehadiran anggota Forum Masyarakat Bersama (Formabes) Peduli Kebenaran dan Keadilan.

Anggota KPU NTT, Yosafat Koli yang  hadir didampingi seorang anggota polisi dari Polda NTT seketika meninggalkan kantor KPU SBD dengan alasan hendak mencari makan.
Kepergian Yosafat saat Ketua KPU SBD, Matias Ndelo menemui anggota Formabes yang datang dengan bersenjata parang.

Sebagaimana pantauan Pos Kupang, Yosafat Koli tiba di kantor KPU SBD sekitar pukul 12.00 Wita. Dan, langsung mengadakan pertemuan dengan komisioner KPU SBD bertempat di ruang kerja ketua KPU SBD.

Berselang beberapa saat, sekelompok warga yang belakangan diketahui anggota Formabes tiba juga di kantor KPU SBD. Mereka berjalan mengintari kantor KPU SBD. "Kok jadi tegang begini," ujar anggota Polda NTT, yang baru tiba dari Kupang mendampingi Yosafat Koli.

Karena tegang, beberapa staf sekretariat KPU SBD, khususnya ibu-ibu, memilih meninggalkan kantor. Aktifitas melipat kertas suara DPRD SBD pun terhenti.

Pertemuan antara Yosafat Koli dengan komisioner KPU SBD pun terhenti. Ketua KPU SBD, Matias Ndelo memohon ijin menemui perwakilan Formabes.

Saat pertemuan dengan Formabes berlangsung, Yosafat Koli meninggalkan kantor KPU SBD sekitar pukul 12.30 Wita.

Matias Ndelo menjelaskan agenda pertemuan dengan komisioner KPU NTT yaitu supervisi logistik pemilu legislatif, karnaval, sosialisasi pemilu serta relawan demokrasi dan mengenai pemilukada SBD.

"Kami baru bicarakan logistik pemilu, persiapan karnaval serta sosialisasi pemilu. Kami belum membicarakan pemilukada yang bermasalah. Saat itu saya mohon izin menerima perwakilan Formabes dulu dan meminta pertemuan tetap berlangsung. Tapi yang terjadi komisioner KPU NTT langsung pergi," ujar Matias Ndelo.

Matias Ndelo menegaskan, sampai dengan saat ini sikap KPU SBD masih sama sebagaimana telah dinyatakan dalam surat kepada KPU NTT tertanggal 5 Februari 2014.

"Pada prinsipnya kami tetap dengan sikap kami sebagaimana tertuang dalam surat kepada KPU NTT tertanggal 5 Februari. Karena kami tidak pernah mengetahui dan mengikuti proses pemilukada," tandas Matias Ndelo saat menerima perwakilan Formabes.



Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD