Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 23 Maret 2014

Kasus Pipa di Sumteng: Kadis Bilang Bayar Saja

Kupang - "Awalnya saya mau agar pembayaran kepada rekanan itu sesuai dengan kemajuan fisik pekerjaan di lapangan, tetapi ketika saya lapor kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum, beliau bilang bayar saja uang 100 persen itu supaya rekanan bisa selesaikan pekerjaan itu."
 
Hal ini disampaikan  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus  KU Demu, S.T ketika diperiksa sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (20/3/2014). Petrus adalah salah satu terdakwa dalam kasus proyek pemasangan perpipaan di Desa Soru, Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) tahun 2012. Selain Petrus kasus ini juga menyeret Direktur CV Namu Wali, Umbu Neka Pajaga, sebagai terdakwa.

Proyek ini menggunakan dana APBD tahun anggaran 2012 senilai Rp 818.000.000. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan para terdakwa yaitu kedua terdakwa saling memberi kesaksian. Dalam sidang ini dipimpin Hakim Ketua, Ida Bagus Dwiyantara, S.H, M.Hum didampingi Agus Komarudin, S.H dan Hartono, S.H. Panitera Pengganti Imanuel Nabuasa, S.H dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Didit Agung Nugroho,  S.H dan Noptra, S.H. Dua terdakwa didampingi Penasehat Hukum, Erens Kause, S.H.

Ketika menjawab pertanyaan majelis hakim, Petrus yang diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi bagi Umbu Neka Pajaga, mengakui bahwa proses pencairan 100 persen ini sebenarnya tidak bisa dilakukan. Namun, katanya, ketika dirinya bertemu dengan pengguna anggaran dalam hal ini kadis PU Sumteng, dia diminta supaya pembayaran 100 persen dilakukan agar rekanan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Petrus juga mengatakan, dirinya menjalankan tugas sebagai PPK berdasarkan surat atau SK dari pengguna anggaran. Dan tugasnya antara lain, menetapkan spesifikasi teknik pekerjaan, menetapkan paket barang dan jasa, menetapkan harga perkiraan sendiri dan menandatangani kontrak bersama kontraktor.

"Semua itu saya laporkan hasilnya kepada kadis selaku pengguna anggaran. Dan yang saya belum lakukan adalah pengendalian kontrak," katanya.

Tentang kendala sehingga pekerjaan perpipaan tidak selesai 100 persen, ia menjelaskan, dirinya mendapat laporan dari kontraktor bahwa bahan-bahan berupa pipa masih tertahan di pelabuhan ketika masa kontrak selesai. "Pekerjaan ini tidak ada adendum dan saya sempat beri teguran kepada rekanan. Karena pekerjaan belum selesai, rekanan dikenakan denda Rp 40 juta dan itu telah dilakukan oleh rekanan," ujarnya.

Sementara itu,  Umbu Neka Pajaga yang juga diperiksa sebagai saksi dengan terdakwa Petrus KU Demu. Umbu juga diberi sejumlah pertanyaan seputar peranan dirinya dan juga peranan PPK dalam perkara tersebut. (yel)


Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD