Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 06 Maret 2014

Kasus Pilkada SBD Tetap Tunggu Penegasan KPU

Juru Bicara KPU NTT, Tanti Luturmas Adoe
Kupang - Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur, Tanti Luturmas Adoe menegaskan proses penyelesaikan kasus Pilkada Sumba Barat Daya (SBD) tetap menunggu surat penegasan usulan pengesahan Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih dari KPU SBD.
 
"KPU SBD sudah diminta untuk membuat penegasan tentang penetapan pasangan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT), sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih periode 2013-2018. Batas waktunya Selasa, (4/3)," kata Tanty Adoe di Kupang.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan sikap KPU NTT terhadap penolakan yang dilakukan oleh KPU SBD untuk tidak mengeluarkan surat penegasan usulan pengesan bupati dan wakil bupati SBD terpilih.

Penolakan KPU SBD periode 2014-2019 itu dengan alasan tidak ingin dilibatkan dalam masalah Pilkada SBD, yang telah menyeret para komisioner daerah itu periode sebelumnya ke penjara karena terbukti melakukan kecurangan untuk memenangkan calon tertentu dalam Pilkada 5 Agustus 2013 lalu.

Mengenai sanksi, dia mengatakan sikap KPU SBD sudah dilaporkan kepada KPU Pusat dan masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

"Ini surat perintah KPU Pusat. Kalaupun ada sanksi, merupakan kewenangan KPU Pusat. KPU NTT sudah melaporkan," katanya.

Pilkada SBD yang berlangsung pada 5 Agustus 2013 itu telah menetapkan pasangan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih periode 2013-2018 oleh KPU setempat pimpinan Yohanes Bili Kii, berdasarkan hasil pleno rekapitulasi penghitungan surat suara pada 10 Agustus 2013.

Keputusan pleno KPU SBD tersebut diperkuat lagi dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat dengan menolak semua gugatan tergugat atas nama pasangan Kornelius Kodi Mete (incumbent) dengan Daud Lende Umbu Moto (KONco OLE ATE) pada 29 Agustus 2013.

Pasangan KONco OLE ATE tidak hanya menggugat dalam bentuk sengketa pilkada ke MK, tetapi juga menggiringnya ke wilayah pidana pemilu, dan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setempat.

Ketika pihak penuntut umum (Kejaksaan Waikabubak) meminta bukti kecurangan hasil Pilkada SBD, baru diketahui adanya penggembungan surat suara yang dilakukan oleh KPU SBD untuk memenangkan pasangan MDT-DT yang seharusnya menjadi hak dari pasangan KONco OLE ATE.

KPU SBD pun menggelar pleno penghitungan ulang pada 26 September, dan menetapkan pasangan KONco OLE ATE sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih periode 2013-2018.

Namun hasil pleno ulang itu tidak mendapat mengakuan dari KPU Provinsi NTT dan juga KPU Pusat, sehingga sampai saat ini proses penetapan pasangan calon terpilih belum dapat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri.


Sumber: antara
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD