Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 26 Maret 2014

Agus Goluwola : Tim Komnas HAM Jangan Bawa Misi Terselubung

Salah seorang pendemo menunjuk anak panah di gedung DPRD SBD, Selasa (25/2014).
Tambolaka - Koordinator Formabes, Agus Goluwola mengharapkan kedatangan tim Komnas HAM tidak mempunyai misi terselubung. Mengingat sebelumnya ada anggota KPU NTT datang dengan alasan mengecek logistik Pileg namun punya tujuan lain yaitu mendesak KPU SBD untuk menandatangani kronologi Pemilukada yang sudah disiapkan.

Karena KPU SBD tidak mau tanda tangan kronologi sehingga dijadikan alasan untuk diberhentikan oleh KPU NTT.
 
Agus menyampaikan hal itu kepada tim Komnas HAM yang datang ke Kantor KPU SBD, Selasa (25/3/2014). Agus mengatakan, orang di Jakarta, termasuk Komnas HAM, harus melihat kisruh Pemilukada SBD secara obyektif dan dengan hati nurani.

Formabes Peduli Kebenaran dan Keadilan melaporkan kepada Tim Komnas HAM atas pelanggaran HAM yang dilakukan pasangan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) kepada 13.000 warga pemilih Pemilukada SBD.

"Kami bangga Komnas HAM turun agar bisa melihat kisruh pemilukada secara bersama. Kami minta lihat dengan hati nurani bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat," katanya.

Agus juga menjelaskan secara ringkas kronologi kisruh pemilukada SBD, mulai dari pemungutan suara tanggal 5 Agustus 2013. Menurutnya, pada sore hari semua masyarakat sudah tahu bahwa yang menang adalah pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (KONco Ole Ate), berdasarkan hasil rekapan di tingkat TPS dan data formulir C1.

Namun data perolehan suara berubah saat rekapitulasi tingkat kecamatan, khususnya Kecamatan Wewewa Tengah dan Wewewa Barat.

Terhadap hal itu, tim Komnas HAM, Endang Sri Melani mengatakan, aspirasi yang disampaikan perwakilan Formabes mereka tampung. Dia juga menyarankan kepada perwakilan Formabes untuk membuat laporan tertulis.

"Kami tidak bisa membuat kesimpulan apakah terjadi pelanggaran HAM atau bukan. Karena kami baru mendengar informasi satu pihak. Kami harus melakukan pengambilan bukti dan fakta lapangan dari pihak-pihak lain. Lagi pula, mekanismenya, harus ada laporan tertulis. Pesan lisan sekilas sudah kami dengar, tapi sebaiknya dibuat tertulis. Apa yang kami dengar kami tampung. Kami akan bicarakan dengan pimpinan di pusat," ujar Melani.

Untuk diketahui, puluhan warga anggota Formabes Peduli Kebenaran dan Keadilan bersenjatakan parang dan anak panah  melakukan aksi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumba Barat Daya (SBD) saat kedatangan tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (25/3/2014).

Tim Komnas HAM terdiri dari Endang Sri Melani (penyidik), Dyah Nan (analisis pengaduan) dan Eka ST (penyuluh)  mendatangi KPU SBD diterima Sekretaris KPU SBD, Ignasius Dodok. Warga yang datang dengan parang dan anak panah itu ronggeng sambil menghunus parang.

Mereka berteriak KONco Ole Ate harus tetap dilantik.  Koordinator Formabes menenangkan warga, mengarahkan mereka keluar dari halaman Kantor KPU SBD untuk mempersilakan mobil yang ditumpangi tim Komnas HAM lewat.

Dari kantor KPU SBD, Formbes melakukan aksi di gedung DPRD SBD. Warga yang menumpang dua truk, tidak sempat bertemu pimpinan dan anggota Dewan. Mereka diterima staf sekretariat. Meski demikian, mereka tetap menyampaikan aspirasi.

Koordinator Formabes, Agus Goluwola, mendesak Dewan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk menyikapi aspirasi Formabes.  "Kami sangat kecewa dengan ulah KPU NTT yang memberhentikan KPU SBD yang sedang mempersiapkan pileg. Kami jadi bingung. Kami minta lembaga DPRD menyikapi ini. Kami sudah berulang kali menyampaikan aspirasi tapi tidak didengar. Mohon maaf kalau rakyat duduki gedung rakyat," tegas Goluwola.

Ia meminta DPRD menghadirkan KPU NTT untuk menjelaskan sikapnya dan melihat situasi yang terjadi di SBD.


Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD