Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 25 Maret 2014

ACCESS Membuat SBD Lebih Berwarna


Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sumba Barat Daya, Drs. Antonius Umbu Zaza
Tambolaka - Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengucapkan terima kasih kepada ACCESS (Australian Community Devolepment and Civil Society Strengthening Scheme) yang telah melaksanakan program-programnya di wilayah SBD. ACCESS telah mengambil tugas dan peran pemerintah daerah membantu masyarakat.


 Demikian  Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sumba Barat Daya, Drs. Antonius Umbu Zaza, dalam acara perpisahan dengan kru ACCESS di Restoran Warungku, Tambolaka, Sabtu (22/3/2014) siang. Hadir dalam acara itu sejumlah perwakilan dari mitra ACCESS, di antaranya dari Yayasan Ole Mila, Yayasan Sosial Donders, Yayasan Pakta Sumba, Komunitas Foluntir Sahaja, Forum Lintas Aktor, Forum Perempuan Rahimku, Jaringan Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (Jarmas P3), aktivis organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI dan GMKI.

"Terima kasih kepada ACCESS yang telah berkarya dari tahun 2011. Ini bukan soal waktu tapi tentang apa yang dibuat untuk masyarakat karena hal itu terpenting bagi kehidupan masyarakat. ACCESS telah berbuat bahkan bisa lebih dari yang dilakukan pemerintah," ucap Umbu Zaza.

Menurut Umbu Zaza, ACCESS telah memberi warna sendiri dalam pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.

"Perpisahan ini awal dari pertemuan selanjutnya. Saya yakin, akan kembali ke
Sumba dengan warna lain. Tantangan SBD semakin besar. Tingkat pendidikan rendah, derajat kesehatan juga rendah. Kemiskinan masih melilit sebagian besar masyarakat. Pemerintah butuh peran serta semua stakholder, termasuk NGO, di semua sektor. Keikutsertaan teman-teman NGO mutlak diperlukan. Kalau pemerintah saja yang bekerja, tidak mungkin keluar dari semua persoalan," kata Umbu Zaza.

Umbu Zaza yang juga menjabat Sekda SBD ini mengingatkan agar jangan pernah berhenti mengabdi untuk masyarakat.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Kabupaten SBD, Andreas Bora Dendo, mengungkapkan pertama kali ACCESS masuk SBD. Dia mengatakan, apa yang dilakukan ACCESS di Sumba Timur membuatnya tergoda. "Saya tergoda dengan pola kerja ACCESS di Sumba Timur makanya saya buat permohonan ACCESS masuk SBD," katanya.

Menurut Bora Lelo, banyak hal sudah dilakukan ACCESS untuk masyarakat dan daerah sehingga rasanya sulit untuk berpisah. "Berat rasanya untuk berpisah dengan ACCESS," ujar Bora Dendo.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan ACCESS dan delapan lembaga lainnya yang bekerjasama dengan Pemda SBD mengurangi beban kerja BPMPD.

"Saya bersyukur ada LSM yang mengambil peran memberi perhatian kepada masalah-masalah yang terjadi di desa. Urusan pengabdian di desa menjadi tanggung jawab bersama," kata Bora Dendo. Lebih lanjut Bora Dendo mengatakan, warisan yang dititipkan ACCESS akan selalu dimanfaatkan. (aca)



Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD