Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 09 Maret 2014

8 Warga NTT Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Bali

Bali - Sebanyak delapan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) saat bekerja di sebuah pabrik kopi dan pembantu rumah tangga di Denpasar, Bali.
 
Korban terdiri enam gadis dan seorang pria berumur 15 tahun-25 tahun kabur dari tempatnya bekerja karena tidak tahan diperlakukan kurang manusiawi.

Kedelapan korban itu masing-masing Rifka (20) asal Sumba Barat Daya, Agnes(15) asal Maumere, Regina (20) asal Manggarai Timur, Olandina Ramos (20) asal Belu, Felinda Asna(16) asal Labuan Bajo, Julieta (18) asal Atambua),, Andreas Feka (25) asal Timor Tengah Utara TTU.

Seorang korban sebelumnya yang melapor adalah Agustina Rianti atau disapa Yanti (18) asal Desa Nara Nara, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka juga dipelakukan kasar oleh majikannya saat menjadi pembantu rumah tangga.

Bahkan, Yanti dibuang majikannya di terminal Batubulan, Gianyar, Bali dengan  hanya dibekali uang Rp 50 ribu supaya pulang ke Flores setelah menjadi PRT selama tiga tahun tanpa terima gaji.

"Saat ini, delapan remaja asal NTT korban perdagangan orang sedang ditangani keluarga Flobamora Bali," terang Wakil Sekretaris Umum Flobamora Bali, Rahman Sabon Nama dalam keterangan resminya Sabtu (8/3/2014).

Dari pengakuan para korban, sebelumnya dipekerjakan di pabrik Mangsi Kopi di Ubung Kaja, Denpasar milik Wayan Mar Hendra.

Kata Rahman, mereka rata-rata sudah bekerja lima bulan sampai 1,5 tahun. Karena tidak tahan dengan pekerjaannya, setelah tidak pernah mendapat gaji serta perlakuan kasar bosnya, tiga di antara mereka kabur dari perusahaan, lanjut mengadu ke kantor LBH PETA.

Menurut Yohanes B Raharjo dan Lies Subario, staf LBH PETA yang mendampingi para korban, kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Denpasar tanggal 6 Maret 2014 dengan STLP Nomor: 217/III/2014/Bali/Reska Dps. Terlapor adalah Wayan Mar Hendra.

Terlapor disangka Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia dan Pasal 83 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yohanes menambahkan, tidak tertutup Kemungkinan akan meningkat juga ke undang-undang tentang KDRT. "Para korban juga sudah di BAP, jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari kepolisian,” sambung Lies Subario.

Sumber okezone
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD