Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 27 Februari 2014

Viktor Tak Lihat Kartu Garansi Pengadaan 158 Sepeda Motor di Sumba Barat

Kupang - Sidang perkara korupsi proyek pengadaan 158 unit sepeda motor dengan anggaran senilai Rp 3,289 miliar lebih, kembali dilanjutkan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (21/1) siang. Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Viktor Kali Batu, dipimpin ketua majelis hakim, Ida Bagus Dwiyantara.
 
Hadir penasihat hukum terdakwa, Philipus Fernandez, serta jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak, Aryus Martadinata.
Viktor saat diperiksa, mengaku selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), telah melaksanakan proyek tersebut secara baik hingga tuntas.

Diakui pula bahwa 158 unit sepeda motor itu, diterima dari rekanan dalam kondisi baik, dilengkapi dengan STNK dan BPKB. Namun, ia tidak memperhatikan kartu garansi atau jaminan kendaraan. Selain itu, di Waikabubak juga belum terdapat dealer resmi Yamaha.

“Semua sepeda motor jenis Honda dan Yamaha berjumlah 158 unit, kami terima dalam kondisi baik, sehingga saya yakin proyek ini sudah berjalan baik,”katanya. Mengenai harga yang ditetapkan dalam harga perhitungan sendiri (HPS), jelas Viktor, sesuai dengan hasil survei dirinya selaku PPK, yakni berkisar Rp 20 juta.

Namun, sesuai peraturan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango, harganya mencapai Rp 24 juta. “Kalau soal merek telah ditetapkan dalam HPS. Untuk itu saya hanya melakukan survei terhadap harga satuan untuk ditetapkan dalam HPS,”jelas Viktor.

Sekadar tahu, dalam kasus ini pihak Kejari Waikabubak juga telah menetapkan satu tersangka baru, yaitu Fandy Tjiang alias Aciang, selaku pemilik PT. Surya Baru Sejahtera yang mengerjakan kegiatan pengadaan tersebut. Sedangkan, Kajati NTT, Mangihut Sinaga, belum lama ini juga telah memerintahkan pihak Kejari Waikabubak, agar dalam dua bulan ke depan, melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango.

Sebelumnya, Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) Sumba, mendesak Kajati NTT untuk memeriksa dan menetapkan Jubilate Pandango, sebagai tersangka kasus tersebut. Jubilate dinilai telah melanggar prosedur penggunaan anggaran dana Silpa tahun anggaran 2011/2012, dimana dalam proyek pengadaan sepeda motor ini, awalnya disetujui dalam APBD sebanyak 25 unit, menggunakan dana DAU sebesar Rp 534.872.200.

Namun, Jubilate mengambil kebijakan agar pengadaan tersebut ditambah menjadi 158 unit, dengan sumber dana dari Silpa tahun 2011 sebesar Rp 2.754.225.800, sehingga total dana mencapai Rp 3,289 miliar lebih.

Sementara itu, sesuai fakta persidangan kasus ini, menunjukan kebijakan itu diambil Jubilate Pandango tanpa meminta persetujuan DPRD Sumbar. Padahal, pengadaan sepeda motor dinilai bukanlah sesuatu yang darurat, sehingga dengan kewenangan bupati dapat mengambil kebijakan itu.

Jubilate juga dinilai melakukan kesalahan, dengan membuat catatan disposisi yang berisi penunjukan langsung pengadaan sepeda motor tersebut, kepada Fandy Tjiang alias Aciang, selaku pemilik PT. Surya Baru Sejahtera. (mg-11/boy)

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD