Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 12 Februari 2014

Karena Wajib Digunakan, Tenunan Sumba Gagal di UNESCO

Tenun Ikat Sumba
Jakarta - Usulan Indonesia di tahun 2013 yaitu Tenun Sumba, gagal ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda dunia. Dikarenakan konten dokumen berisi muatan sensitif. Di dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa untuk pelestarian Tenun Sumba, pelajar dan masyarakat wajib memakai tenun tersebut.
 
Hal tersebut diungkapkan Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Diah Harianti

"Kata wajib ini sangat bertentangan dengan Unesco yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Itulah mengapa tahun lalu Tenun Sumba gagal ditetapkan," terangnya.

Untuk itu, kata Diah, dalam pembuatan dokumen pengusulan berikutnya pihaknya akan lebih berhati-hati dan melakukan yang terbaik. Tenun Sumba, lanjutnya, akan diusulkan lagi pada 2017 mendatang dengan nama Tenun Indonesia. Artinya, tidak hanya tenun Sumba yang diusulkan tapi lebih luas mencakup seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengalaman kegagalan Tenun Sumba, kita di Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya sebagai pihak yang memiliki tupoksi mengajukan warisan budaya ke Unesco harus menyusun dokumennya. Dokumen itu harus sesuai ketentuan Unesco, jelas Diah.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur diusulkan menjadi warisan budaya dunia tahun 2014 ini oleh Kemendikbud ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Juga  Tari Bali diusulkan tahun 2015, Perahu Phinisi tahun 2016, dan Tenun Indonesia tahun 2017. Setiap tahun setiap negara hanya boleh mengusulkan satu warisan budaya ke Unesco.
Ia menegaskan, keterbatasan dalam jumlah usulan warisan budaya nasional ke Unesco, bukan berarti jumlah penetapan warisan budaya nasional berkurang. Sebaliknya, dari 2700 warisan budaya yang telah tercatat saat ini harus terus bertambah jumlahnya.

'Kita harus sebanyak-banyaknya menetapkan budaya nasional. Target tahun ini 1000 warisan. Yang sudah ditetapkan tahun lalu 77 warisan, target tahun ini minimal 70 lagi,' pungkasnya.

Diah Harianti mengatakan, pemilihan urutan usulan dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan. Warisan budaya, sebisa mungkin harus mewakili setiap wilayah di Indonesia. Pertimbangan lain, budaya yang diusulkan seyogianya memiliki nilai dan kesakralan yang tinggi.

"Misalkan, di Sumatera kita punya Tari Saman dari Aceh, di Papua kita punya noken, di Jawa ada angklung, keris, selanjutnya akan diusulkan tari Bali, perahu Phinisi mewakili Sulawesi, dan tenun Indonesia," jelasnya.

Pertimbangan wilayah tersebut, kata Diah, disebabkan ragam budaya di Indonesia luar biasa banyaknya, sedangkan kuota untuk didaftarkan ke Unesco sangat terbatas. Hanya satu usulan setiap tahun. Menyikapi hal tersebut, diperlukan pendekatan kewilayahan agar semua wilayah bisa terwakili.

Selain wilayah, nilai yang terkandung dalm sebuah warisan harus tinggi. Tari Bali misalnya, yang akan diusulkan pada 2015 mendatang, selain mewakili wilayah Bali, tari Bali dipilih karena nilai kesakralannya tinggi. Masyarakat Bali menjunjung tinggi budayanya salah satunya lewat tarian


Sumber: bisniswisata
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD