Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 27 Februari 2014

Jual Ayam Ongkos Saksi Kasus Penggelapan Raskin

Empat tersangka kasus penggelapan beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Desa Meneate, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) telah ditetapkan Polres Sumba Barat melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Wewewa Barat.
 
Keempat tersangka yang adalah aparat Desa Meneate, yaitu Yusuf Bulu (kepala desa), Petrus Pote Pase (sekretaris desa), Andreas Ngongo (kepala urusan/kaur) dan Martinus Ngongo Lede (kepala dusun 4)

"Jadi, TSK (tersangka) empat orang perangkat desa. Mereka tidak kita tahan karena mereka menyatakan tidak melarikan diri. Selama pemeriksaan, mereka juga kooperatif," kata Kapolsek Wewewa Barat, Iptu Audy Joize Oroh, S.Kom, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2/2014) siang.

Kasus ini bermula ketika warga menangkap kepala desa dan aparat Desa Meneate menjual raskin kepada pihak lain. Penangkapan di rumah kepala dusun 4, pada tanggal 9 November 2013, sekitar pukul 19.00 Wita. Adapun barang bukti berupa raskin 945 kg.

Pada malam itu juga, polisi Polsek Wewewa Barat langsung menciduk kepala desa dan mengamankan barang bukti. Sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 8 November 2013, raskin didrop ke Desa Meneate 57.090 kg.

Dari total tersebut, yang terbagi kepada masyarakat sebanyak 30 ton, sisanya hendak digelapkan kepala desa.

Sejumlah warga yang menjadi pelapor, mengatakan, penanganan kasus raskin Meneate sangat lambar. Warga menduga polisi 'bermain mata' dengan para tersangka. Indikatornya, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan raskin, empat aparat Desa Meneate tidak ditahan.

"Kasus ini sudah berjalan tiga bulan. Polisi sudah periksa tersangka dan saksi tapi herannya para tersangka belum juga ditahan. Pemeriksaan sudah selesai. Ada apa ini?" tanya Yohanes Dairo Bili, warga Desa Meneate di Tambolaka, Selasa (11/2/2014) lalu.

Dairo Bili didampingi Daud Dimu Dede dan Petrus Pasa. Ketiganya yang pertama kali melapor kepala desa di Polsek Wewewa Barat. Menurut Dairo Bili, permintaan polisi untuk mendatangkan warga sebagai saksi sudah mereka lakukan. Karena ketiadaan uang, mereka terpaksa menjual ayam.

"Kami jual ayam dan uangnya dipakai untuk ongkos bawa saksi datang di polsek. Ternyata, sampai dengan saat ini kasus beras raskin sepertinya tidak ada kejelasan," katanya.*


Sumber: kupang.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD