Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 20 Februari 2014

Jacob Tanda, Pahlawan Pangan dari Sumba

Jacob Tanda
Hari Pahlawan 10 November tahun 2013 lalu menjadi momen penting bagi Jacob Tanda, Kepala Desa Mbatakpidu, Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Pengabdiannya sebagai kepala desa di daerah yang terkenal kering tersebut berbuah manis. Jacob dinyatakan sebagai Pahlawan versi MNC TV, televisi milik Media Citra Nusantara (MNC) Group, kelompok media penyiaran terbesar di Indonesia. Penghargaan tersebut salah satu bukti hasil kerja keras Jacob Tanda selama ini.

Serupa daerah lain di NTT, Pulau Sumba, merupakan daerah panas dengan sedikit curah hujan. Lahan pertanian umumnya kering. Karena itu, tanaman-tanaman sumber pangan lahan basah seperti padi susah berkembang di pulau ini. Jacob, yang menjadi kepala desa sejak tahun 2000, bekerja keras untuk menghadapi tantangan kondisi geografis tersebut.

Mantan pegawai negeri itu menjadikan kedaulatan pangan sebagai program penting. Semboyan yang dia gunakan adalah“Lahir Miskin Wajar, Mati Tetap Miskin Kurang Wajar”. Kalimat itu menjadi semacam mantra untuk seluruh warga Desa Mbatakapidu agar bekerja keras mencukupi kebutuhan pangan mereka dan tidak mewariskan kemiskinan kepada anak cucu.

Dengan dukungan dari LSM dan pemerintah setempat, Jacob melaksanakan tiga strategi dan program jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Dalam program jangka pendek, Jacob mewajibkan warganya yang juga petani untuk  menanam 10 jenis tanaman pangan lokal sesuai kondisi tanah di Desa Mbatakabidu yang cenderung gersang. Tanaman pangan tersebut antara lain jagung, sorgum, singkong, kacang tanah, keladi, dan labu merah.

Untuk jangka menengah, warga membudidayakan tanaman perkebunan umur panjang seperti mangga, jeruk, sukun, dan lain-lain. Namun yang menjadi tanaman unggulan adalah pisang di mana setiap kepala keluarga wajib menanam 50 pohon pisang.

Adapun untuk jangka tahap panjang, warga menanam tanaman hutan yaitu jati, mahoni, gemelina, cendana, gaharu, dan kayu-kayu lokal lain. Kayu jenis ini menurut Jaob akan menjadi investasi untuk anak cucu di masa depan sekaligus untuk menjaga lingkungan.

Selain melalui budi daya tanaman pangan, kebun, dan hutan tersebut warga juga mulai serius beternak sapi maupun babi di rumah masing-masing. Hal ini untuk menambah bahan pangan dan diversifikasi sumber pendapatan warga.

Tak kalah pentingnya, bersama warganya, Jacob Tanda mendirikan lumbung-lumbung pangan di desanya. Lumbung pangan ini ada di tiga tingkat yaitu di lahan kebun masing-masing petani, di tingkat dusun, serta di tingkat desa. Bahan pangan di lumbung-lumbung tersebut berasal dari tanaman-tanaman yang sudah mereka budi dayakan seperti jagung dan pisang.

Berkat kerja keras tersebut, Mbatakapidu pun berubah. Hasil pertanian desa ini makin berlimpah dan mengisi lumbung-lumbung pangan mereka. Warga desa tersebut tak lagi tergantung pada bahan pangan dari luar karena mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri.



Sumber: kabar3.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD