Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 04 Februari 2014

Anin Bakrie: Mahasiswa Sumba Kalau Jadi Pengusaha Jangan Takut Gagal

CEO Bakrie Global Ventura Anindya Bakrie
Tambolaka - CEO Bakrie Global Ventura Anindya Novyan Bakrie berbagi kiat berwirausaha kepada mahasiswa di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 4 Februari 2014. Ia datang menemani ayahnya, Aburizal Bakrie (ARB), yang memberikan kuliah umum kewirausahaan dan kemandirian bangsa untuk mahasiswa STKIP dan Stimikom.
 
Mula-mula, Anindya berkisah saat dia memulai belajar berbisnis di usia 16 tahun. Saat itu, ia mencoba berjualan tiket konser musik jazz di Jakarta. Namun, debut bisnis perdananya itu berakhir gagal alias merugi.

"Bapak saya bukannya mendukung, tapi malah bilang: 'Bagus kamu gagal'," katanya mengutip reaksi sang ayah saat mengetahui dia gagal berbisnis. Belakangan, dia mengakui pernyataan sang ayah itu bermakna bahwa lebih baik gagal sekarang daripada kelak. Lagipula, kata sang ayah, orang yang tidak pernah gagal, pasti tidak akan pernah berhasil.


Anin Bakrie saat memberikan kuliah umum ttg wirausaha pariwisata memanfaatkan teknologi informasi di gedung GSG Waitabula, Kota Tambolaka, NTT

Seorang wirausaha, kata Anindya, harus mampu mencium peluang usaha tapi juga sekaligus harus berani mengambil risiko. "Risiko yang pasti adalah gagal. Itu pasti. Tidak ada pengusaha yang tidak pernah gagal."

"Jadi, jangan takut gagal, karena dalam berbisnis gagal itu pasti," ujarnya.

Anindya kemudian membagikan informasi peluang usaha yang menggiurkan bagi mahasiswa/mahasiswi atau masyarakat umum di pulau Sumba. Peluang usaha itu bidang pariwisata.

Menurutnya, pulau Sumba memiliki panorama alam yang luar biasa indah meski belum sepenuhnya dikelola dengan baik. "Saya kemarin di Labuan Bajo, yang menurut saya hampir sama dengan hampir sama dengan Bali."

"Saya tadi lihat dari udara saat terbang dari Labuan Bajo menuju Sumba, di sini banyak padang savana yang indah sekali, ditambah dengan pemandangan banyaknya kuda. Itu semua peluang bisnis pariwisata yang pasti akan mendatangkan banyak rezeki bagi masyarakat," katanya.

Ia menekankan bahwa bisnis tak harus dengan modal. Bisnis bidang pariwisata dengan mempromosikan pariwisata pulau Sumba dapat dilakukan dengan modal kecil tapi dapat mendatangkan keuntungan besar, yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Ia mencontohkan situs TripAdvisor sebagai bisnis bermodal kecil tapi dapat menghasilkan keuntungan hingga triliunan rupiah. TripAdvisor adalah jasa online yang menyediakan ruang online bagi umum untuk memberikan rekomendasi tentang hotel, resor, penginapan, liburan, paket perjalanan, pemandu perjalanan, penerbangan, penyewaan tempat berlibur dan banyak lagi lainnya.

"Itu bisnis bisa disebut bisnis modal dengkul: cuma menjual foto (pariwisata) di website, tapi untungnya triliunan," ujarnya.

Kepada para mahasiswa, Anindya menyarankan berbisnis dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Flickr, Youtube, dan lain-lain. Misalnya, mempromosikan destinasi pariwisata di satu daerah di Sumba dengan mengunggah foto-foto destinasi itu di Facebook atau Twitter.

Era media sosial seperti sekarang, menurutnya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab, teknologi itu dapat diakses secara gratis, kecuali biaya untuk mengakses internetnya. Kalau pun harus menggunakan aplikasi atau pun piranti lunak (software) tertentu, semua tersedia di mesin pencari Google, yang sebagian besar bisa didapatkan secara cuma-cuma.

"Kalau dulu, sebuah perusahaan harus membeli software tertentu yang harganya mahal sekali. Sekarang, tinggal mengunduh di Google, gratis pula," ujarnya.

Anindya menyinggung soal modal yang tak harus dengan uang sendiri. Katanya, "Modal memang penting, tapi tidak terlalu penting. Kok bisa? Karena siapa tahu kita punya kenalan yang punya modal dan mau bekerja sama dengan kita dan lalu berbagi untung."

"Siapa tahu juga kita punya modal ilmu. Sebab, modal uang pasti akan mencari orang atau wirausaha yang berilmu, bukan orang yang tidak tahu apa-apa," katanya menambahkan.

Anindya berada di Sumba untuk menemani ARB menjalani serangkaian kegiatan di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Sumba Tengah, Selasa sampai Rabu, 4-5 Februari 2014.

Rangkaian kegiatan atau disebut Safari ARB itu meliputi kuliah umum untuk mahasiswa di Sumba Barat Daya, bersilaturahmi dengan tokoh adat, agama, masyarakat, dan kader Partai Golkar, bersilaturahmi dengan warga kampung adat Marapu di Anakalang, Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, berdialog dengan masyarakat nelayan perkampungan nelayan Kampung Bugis di Waingapu, Sumba Timur, dan meninjau sentra tenun ikat di Kelurahan Prailiu, Waingapu, Sumba Timur.

Sumber: VIVAnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD