Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 18 Januari 2014

Wee Kuri, Hanya Bidadari yang Kurang


Wee Kuri merupakan tujuan tepat menyaksikan keindahan laut yang terkurung.

Pulau Sumba identik kekuatan wisata budaya dan warisan megalit yang tersebar seantero Sumba. Namun, untuk pewisata alam dan yang doyan berpetualang, tidak ada salahnya menjajal pulau di selatan Indonesia ini. Letak pulau di wilayah ini menjanjikan ayunan gelombang yang menggoda para peselancar.
 
Pulau Sumba, meski lebih besar dari Pulau Bali, masih banyak yang keliru dengan Pulau Sumbawa. Pulau Sumba terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan Pulau Sumbawa adanya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tapi, kedua pulau yang berdekatan ini pernah tergabung dalam Provinsi Sunda Kecil.

Saat ini tidak sulit menjangkau Sumba, setidaknya dibandingkan 1980-an sampai 1990-an. Ketika itu, maskapai Merpati dan Bouraq hanya dua atau tiga kali melayani Sumba dalam seminggu.

Tapi, situasi itu masa lalu. Kini hampir setiap hari Sumba didarati pesawat, baik dari Denpasar, Bali atau dari Kupang. Bahkan, kalau terbang dari Jakarta pada pagi hari, pada siang hari sudah bisa menjejakkan kaki di Sumba.

Ada beberapa pilihan menuju Sumba, bisa melalui Bandara Tambolaka maupun Bandara Umbu Mehang Kunda (dulu Bandara Mau Hau). Harga tiket berkisar Rp 1,2-1,8 juta dari Jakarta. Kalau hendak membelah Sumba dari barat ke timur, Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya merupakan pilihan yang tepat.

Itu karena hanya sekitar 45 kilometer ke Waikabubak, Sumba Barat dan sekitar 60 kilometer Waibakul, Sumba Tengah. Sebaliknya, kalau ingin menyusuri Sumba dari arah timur, lebih baik melalui Bandara Umbu Mehang Kunda.

Sebelum ke Sumba, sebaiknya mengecek terlebih dahulu informasi mengenai atraksi budaya, baik wulla poddu (bulan suci) maupun pasola (perang berkuda) yang biasanya digelar di Kodi, Wanokaka, Lamboya, dan Gaura. Itu karena upacara ini digelar bukan menggunakan kalender Masehi, tapi mengacu pengamatan bulan.


Kalau dari Tambolaka, sebaiknya meneruskan perjalanan ke Kodi hingga ke pesisir pantai. Di sepanjang perjalanan bisa mampir ke beberapa perkampungan adat.

Wee Kuri merupakan tujuan tepat menyaksikan keindahan laut yang terkurung sehingga menyerupai danau. Sebenarnya, di bawah tebing karang terdapat lubang yang menghubungkan lautan lepas dan danau itu, tapi sekilas danau itu tidak berhubungan karena dipisahkan tebing karang yang terjal.

Danau Wee Kuri memiliki warna yang sangat kontras karena air bening itu memancarkan warna biru putih, hijau, dan biru. Danau ini mirip tempat pemandian bidadari.

Bukan saja karena danau ini begitu terpencil di wilayah selatan, melainkan juga nyaris tak terjamah. Di sekeliling danau hanya ada tempat sampah yang dibuat pemerintah. Selebihnya, danau ini begitu perawan dan layak dibiarkan alami seperti sehingga siapa pun bisa melepas kepenatan.

Selain danau ini, pantai Wee Kuri dengan tebing karang yang terjal memberikan warna keunikan tersendiri. Sekilas tebing Wee Kuri tak kalah dengan tebing Uluwatu di Bali. Hanya saja, keduanya dibedakan fasilitas dan pamor.

Sutradara ternama Indonesia, Mira Lesmana juga pernah menikmati indahnya danau Wee kuri. Mungkin, sekarang giliran Anda ke Sumba.



Sumber : Sinar Harapan
Comments
1 Comments

1 komentar:

Caderabdulpacker.com mengatakan...

keren Danau wee kurinya...suka dah

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD