Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 20 Januari 2014

IKST Kupang Diminta Lestarikan Budaya

KUPANG - Warga Sumba Tengah di Kupang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sumba Tengah (IKST) banyak memberi sumbangsih untuk pembangunan di Kota Kupang.

Disisi lain, budaya dan adat istiadat yang mulai dilupakan hendaknya terus dikembangkan dan dihidupkan, karena merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dipelihara.
 
Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H M.Si mengemukakan hal tersebut pada perayaan syukuran natal dan tahun baru IKST Kupang, di Taman Budaya Kupang, Sabtu (18/1/2014).

"Selaku Walikota Kupang, saya merasakan sumbangsih warga Sumba Tengah dalam membangun kota ini. Bangun terus solidaritas ini," ujar Jonas.

Kepada ribuan warga IKST yang ikut dalam acara ini, Jonas menggambarkan berbagai program Pemkot Kupang seperti penyaluran beras miskin bagi masyarakat miskin. Untuk program ini, Pemkot Kupang menyiapkan dana Rp 5 miliar dalam APBD. Ada pula dana pemberdayaan Rp 500 juta per kelurahan. Uang duka bagi keluarga miskin berduka Rp 2,5 juta, bertujuan membantu meringankan keluarga duka untuk peti jenasah dan keperluan lainnya.

Selain itu, pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. "Ada enam call center yang siap melayani masyarakat yang sakit," tandasnya.

Ia menyebutkan, kalau Pemkot Kupang membuat hal kecil tapi menyentuh langsung masyarakat, Dewan pun mendukung program itu. Untuk mahasiswa, katanya, disiapkan beasiswa untuk membantu pendidikan. Diharapkan mahasiswa asal Sumba Tengah pun memanfaatkan peluang ini untuk kesuksesan studi.

Kepada warga IKST, Jonas pun meminta agar melestarikan budaya. "Bulan Juni mendatang, Kota Kupang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Sail Indonesia sehingga Sumba Tengah diminta bisa mengambil bagian. Lestarikan budaya asli daerah dan jika mau tampil maksimal maka harus ada persiapan yang baik," ujarnya.

Ketua IKST Kupang, Umbu Jama, SH, mengaku bangga pada warisan budaya nenek moyang yang dipertontonkan dalam perayaan paskah ini. "Bangga karena warisan budaya nenek moyang masih dipertahankan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mempertahankan budaya ini," ujar mantan Ketua Pengadilan Negeri Kupang ini. Bagi mahasiswa Sumba Tengah, ia meminta untuk mengutamakan studi dan bisa berelasi dengan sesama dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sesepuh IKST Kupang, Drs. US Pekudjawang, meminta agar warga Sumba Tengah di Kota Kupang tetap mendukung program pemerintah dan menghindarkan diri dari masalah yang berdampak kurang baik. Sekretaris IKAS Kupang, Don Dita Mete pada kesempatan tersebut juga meminta agar budaya dan kepribadian orang Sumba tetap dipertahankan.

Perayaan natal dipandu Pdt Yulius Rato, M.Th yang mendasari khotbahnya dari injil Lukas 2 : 8-26. Lakon ibadah yang dipandu Umbu PL Dawa ini sangat kental nuansa etnis dan budaya. Seluruh prosesi dilakukan dengan tarian dan nyanyian Sumba Tengah.

Setiap prosesi selalu disambut dengan teriakan payawow dan lengkingan kakalak dari kaum wanita. Sejumlah daerah pun ditampilkan seperti tarian kataga, kabokang, taunguli, rengu-rengu, harama, ananjara minggit dan terung laba. Acara diakhiri dengan lelang untuk pembangunan rumah sanggar IKST Kupang. (eko)


Sumber: tribunews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD