Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 22 Desember 2013

Penghuni Asrama Sumba Dibacok

KUPANG – Nyawa Joni Niwa Laka (23), salah satu penghuni Asrama Sumba di Jl. Sumba II, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kupang, nyaris terancam, saat rekannya, Tubertus Umbu Duka (23), nekat menyerangnya dengan sebilah parang.

Dua kali, Tubertus mengayunkan parang ke arah korban. Ayunan pertama, mengenai kusen pintu kamar korban, dan kedua kalinya baru mengenai pelipis bagian kanan sehingga mengakibatkan luka robek dan mengeluarkan darah segar.

Kasus ini dilaporkan Bonifasius Hinggiranja (21), yang juga penghuni Asrama Sumba. Dalam keterangan kepada Bripka A.H. Harun, petugas Bayanmas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Bonifasius mengaku kasus itu terjadi, sekira pukul 00.30 Wita, Kamis 19/12). Bonifasius juga mengajukan Darius Dundutai (20) dan Stev Maramba (20), sebagai saksi.

Bonifasius mengaku, kasus itu bermula saat ia menegur terlapor karena membuang ember timba air minum yang dipakai bersama di asrama. Namun, terlapor malah balik menantang dan memukul-nya.  Melihat pertengkaran itu, Joni datang melerai, sembari menegur terlapor. Akan tetapi, terlapor malah bersikap cuek, lalu pergi mengambil sebilah parang dalam kamarnya, kemudian mendatangi kamar korban, dan langsung membacok korban. Usaimelapor, Joni langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang untuk menjalani visum et repertum.

Kasubag Humas Polres Kupang Kota, Iptu Januarius Mau, saat dikonfirmasi terkait kasus ini, mengaku pihaknya melalui penyidik Sat Reskrim, telah menindaklanjuti laporan kasus tersebut dengan penyelidikan. “Masih penyelidikan. Kita sementara dalami keterangan korban dan saksi. Kita juga segera amankan terlapor untuk diproses hukum lebih lanjut. Terlapor terancam dijerat dengan pasal 351 KUHP,”jelas Januarius.

Pada bagian lain, kasus perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan juga dilaporkan Yusinta Nenobahan (24), warga perumahan Kupang Sejahtera, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Dalam laporannya di SPKT, korban mengaku kasus itu terjadi, Kamis (19/12) sekira pukul 00.10 Wita, di sebuah kafe di seputaran Oepoi. Korban mengajukan Rolan Laling (25), warga Jl. Pramuka No. 33 RT 02/RW 03, Kelurahan Nenonis, Kecamatan Kota So'e, Kabupaten TTS, dan Jimmy, warga Jl. Lontar, RT 12/RW 06, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, sebagai saksi kasus dimaksud.

Yusinta mengaku, kasus berawal saat ia sedang makan bersama kedua saksi di lokasi kejadian, lalu datang terlapor, Buyung Rusli (27), warga Jl. Tanjung Karang RT 20/RW 01, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dan langsung mencekik lehernya, termasuk mengambil kursi dan hendak memukulnya namun dilerai oleh saksi.

Terlapor, lalu mengambil handphone BlackBerry Bold warna putih milik pelapor yang ada di atas meja, dan melemparkan ke lantai hingga rusak, kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Namun, sesaat kemudian terlapor kembali lagi, dan memaki-maki pelapor di depan saksi.

Kasus ini pun tengah dalam penyelidikan penyidik Reskrim Polres Kupang Kota, yang sementara mendalami keterangan korban dan saksi. Penyidik juga telah mengagendakan untuk memanggil terlapor guna dimintai keterangan terkait laporan dimaksud. (mg-11/boy)



Sumber : timorexpress.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD