Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 02 November 2013

Dana Anggur Merah di Sumba Timur diduga diselewengkan

Dana Anggur Merah ternyata tidak dikucurkan kepada masyarakat di desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, kabupaten Sumba Timur. Salah satu tokoh masyarakat desa Palakahembi, Arnoldus Jawamara mengatakan uang bantuan untuk program Anggur Merah di duga diselewengkan oleh Fasilitator dana Demam.
 
“Pemerintah desa kasih kepercayaan kepada PKM untuk mengatur. Kita kasih 25 ribu untuk urus administrasi agar prosesnya cepat. Tapi setelah uangnya cair mereka tidak urus lagi untuk diteruskan kepada masyarakat,” kata Arnoldus pada minggu 27 oktober 2013. Menurutnya, macetnya dana ini telah dikeluhkan oleh masyarakat penerima. Protes sudah dilakukan, namun pemerintah desa seolah melepas tanggung jawab dengan persoalan ini. Setiap warga dalam kelompok mendapat dana Anggur Merah sebesar  2,5 juta. Namun, dana tersebut langsung ditenderkan oleh pendamping kepada pihak ke tiga tanpa persetujuan kelompok. “Ada satu kelompok  yang sudah mendapat tetapi  langsung dibelanjakan oleh ketua berupa bibit babi yg kemudian mati,” kata armold.

Sementara itu Kepala Bapeda NTT, Wayan Darmawa, terkait masalah ini mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pendamping Anggur Merah di desa yang bermasalah.
Menanggapi masalah ini Fasilitator Desa Mandiri Anggur Merah desa Palakahembi, Florianus Ngerah, membantah bahwa dana Demam telah diselewengkan. Menurutnya dana tersebut saat ini masih ada di tangan pihak ke – tiga (Adi) yang dipercayakan oleh kelompok. “Kalau soal pembelanjaan saya tidak boleh terlalu masuk untuk urus. Saya tidak mungkin untuk bilang kamu belanja di sini, disini. ya sudahlah, akhirnya mereka sepakat. akhirnya ketemu sudah dengan orangnya yang disepakati oleh kelompok. pas orangnya datang, saya langsung menghindar tetapi bapak desa ada waktu itu,” kata Florianus Paulus Ngerah kepada wartawan di waingapu, senin, 29 Oktober 2013

Florianus menjelaskan, lima kelompok yang saat ini belum terealisasi berjumlah 60 orang dengan total jumlah uang sebesar  Rp.130.000.000. Mengenai keterlambatan pengadaan anak babi, ini disebabkan karena kesibukan Adi yang kini sedang mengurusi proyek PPIP di Anakalang, Sumba Tengah.(*Tim)


Sumber: zonalinenews.com

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD