Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 28 Oktober 2013

SBD Jadi Tuan Rumah Festival Wai Humba

Tahun 2013 ini Festival Wai Humba atau yang dikenal dengan festival 3 gunung kembali digelar dengan tuan rumah Kabupaten Sumba Barat Daya. Festival Wai Humba akan digelar di Kampung Dikira, Kaki gunung Yawila, Sumba Barat Daya tanggal 2 - 3 November 2013.

Festival Wai Humba merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas kampung “Wai Humba”. Festival ini merupakan suatu bentuk reproduksi kreatif dari kebiasaan orang Sumba yakni Kalarat Wai. Kalarat Wai merupakan aktivitas religius dengan bentuk melakukan persembahyangan di sumber-sumber air yang ada di Pulau Sumba. Persembahyangan tersebut sebagai wujud ucapan syukur kepada pencipta atas berkat air yang melimpah. Selain itu juga untuk memohon kepada Pencipta agar senantiasa memberikan karunia air bagi penduduk Sumba. 

Sumber-sumber air tersebut berada di tiga Gunung utama di Pulau Sumba yakni Gunung Wanggameti yang secara administratif berada di Kabupaten Sumba Timur, Tana Daru di Sumba Tengah/Sumba Barat dan Yawila di Sumba Barat Daya, Ketiga gunung tersebut menyuplai kehidupan kebudayaan/peradaban rakyat Sumba ( sisi ekonomi, kesehatan,pendidikan, Sospol Dsb).

Air bagi orang Sumba adalah keutamaan dalam kehidupannya dalam berbagai aspek. Hal ini terlihat dengan cara orang Sumba memberi nama pada hampir semua daerah-daerah utama di Pulau ini. Contoh, daerah-daerah pemukiman yang kini telah padat dan menjadi ibu kota 4 kabupaten yang ada di Sumba, namanya mengandung unsur Wai/air. Sumba Timur dengan Waingapu, Sumaba tengah dengan Waibakul, Sumba Barat dengan Waikabubak dan Sumba Barat Daya dengan Waitabula.

Kegiatan ini merupakan salahsatu upaya pelestarian simbol dan nilai-nilai budaya Orang Sumba khususnya dalam soal pelestarian lingkungan ( Konteks Air). Selain itu kegiatan ini merupakan suatu upaya refleksi warga di sekitar gunung untuk lebih mendekatkan diri dengan tanah dan air di sekitarnya,

Dalam tradisi orang Sumba, orang yang mengalami nasib buruk akan mengalami mental/jiwa yang menurun sehingga harus dikuatkan kembali. Dalam istilah Sumba yakni Pakabeli ya na Ndewa na atau dalam terjemahan filosofisnya mengembalikan roh aslinya.

Terakhir, Festival ini juga untuk mengajak generasi muda di sumba untuk turut aktif mempertahankan kebiasaan nenek moyang yang positif dalam pelestarian lingkungan maupun kekayaan pangan lokal dan seni budaya Sumba.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD