Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 26 Agustus 2013

Sidang MK 26 Agustus Konco hadirkan 10 Saksi, MDT-DT 7 Saksi

 

Jakarta - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Tahun 2013 dengan Agenda Pembuktian (IV) yang dijadwalkan mulai pukul 15:30 WIB baru dibuka oleh M. Akil Mochtar, Ketua Hakim Konstitusi pukul 16.00 WIB.


Sidang dimulai dengan mendengarkan keterangan dari 10 saksi paket nomor urut 2 Kornelius Kodi Mete dan Daud Umbu Moto atau Konco Ole Ate. Gabriel Pira saksi no urut 2 di Kecamatan Wewewa Barat dalam kesaksisannya mengatakan dirinya tidak mengikuti pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan karena merasa terancam sehingga memilih kembali ke posko " Waktu saya sampai di kantor kecamatan ada massa sekitar 400 orang dengan menggunakan parang, karena karena merasa terancam saya kembali ke posko," ujar Gabriel.  
Hakim kemudian menanyakan tentang membawa parang apakah menjadi kebiasaan keseharian masyarakat tradisional Sumba. "Tidak Pasti yang Mulia" demikian jawaban gabriel. Gabriel juga mengaku tidak menandatangani berita acara rekapitulasi di tingkat Kecamatan Wewewa Barat.

Masih dari saksi nomor urut 2, Drs. David Ramone wakil ketua tim sukses Konco Ole Ate menceritakan proses pleno di KPUD Kabupaten Sumba Barat Daya dimana saat ia kembali untuk mengikuti Pleno di KPUD yang sebelumnya sempat dipending ternyata berita acaranya sudah ditandatangani.David juga meminta majelis hakim menghadirkan kotak suara di Mahkamah Konstitusi untuk dihitung ulang sebagai bukti.

Sementara itu saksi dari Paket No. Urut 3
Markus Dairo Talu dan Dara Tanggu Kaha atau MDT-DT diantaranya Ananias Bulu Sekretaris Koalisi Rakyat Bersatu yang mengusung Paket nomor urut 3 mengungkapkan adanya keterlibatan Pegawai Negeri Sipil termasuk Camat Wewewa Barat serta berbagai kecurangan selama proses Pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya yang dilakukan paket nomor urut 2.  Ananias juga mengaku telah melaporkan kecurangan-kecurangan ke Panwas Kabupaten SBD namun tidak ada kelanjutannya hingga saat ini.

Role Mawo Ate Panwas Kecamatan Wewewa Barat yang bersaksi untuk paket nomor urut 3. Memberikan keterangan tentang pengambilan paksa kotak suara di Kecamatan Wewewa Barat oleh Polres Sumba Barat. Role Dalam kesaksiannya mengaku berusaha bertahan untuk tidak menyerahkan kotak suara namun mendapat tekanan dari Kapolres Sumba Barat.
 
Saksi lain yang dihadirkan paket nomor urut Kristin Samiaty Patty, koordinator saksi paket nomor urut 3 yang membidangi pelanggaran mengungkapkan berbagai pelanggaran yang terjadi seperti pencoblosan 10 kertas suara di salah satu TPS kecamatan Wewewa Utara dan Surat undangan pencoblosan yang lebih dari satu untuk beberapa orang di Kecamatan Kodi Utara.

Menanggapi tentang permintaan berkas pemilu yang masih berada di Polres Sumba Barat, Ketua Hakim Konstitusi M. Akil Mochtar mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Polres Sumba Barat, Polda NTT dan Bareskrim Mabes POLRI  "Kita sudah kontak Polresnya katanya sekarang susah mau bawa ke sini.dengan alasan mau dipakai untuk perkara pidana” ujar Akil.
"Tapi saya sudah mendapat telepon dari Bareskrim Mabes POLRI katanya berkas-berkasnya akan dibawa besok. ya, kita liat saja besok," tambah Akil

Pihak termohon dalam hal ini KPUD Sumba Barat Daya hingga persidangan ini belum mengajukan saksi. Sidang akan dilanjutkan Selasa 27 Agustus 2013 untuk mendengarkan kesaksian dari 10 saksi pemohon (Konco Ole Ate). (snd)

*********
Berikut saksi -saksi yang dihadirkan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten SBD Tahun 2013 tanggal 26 Agustus 2013

Saksi paket nomor urut 2 Kornelius Kodi Mete dan Daud Umbu Moto (Konco Ole Ate):
1. Sebastianus Sairo Lende (Saksi nomor urut 2 di TPS 4, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah)
2. Yohanes Daido Pako
(Saksi nomor urut 2 di TPS 5, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah) 
3. Aloysius Bili Wolla (Anggota KPPS di TPS 5, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah) 
4. Dominggus Bili (Saksi nomor urut 2 di TPS 6, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah)
5. Agustinus Lede Malo (Saksi nomor urut 2 di TPS 7, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah) 
6. Fransikus Bulu Ngara (Saksi nomor urut 8 di TPS 4, Desa Tanggaba Kec. Wewewa Tengah) 
7. Gabrial pira (PPK Kec. Wewa Barat)
8. Yospeh Ngongo Bulu
(Saksi nomor urut 2 di TPS 1, Desa Marokta, Kec. Wewewa Barat)
9. Amanus Sairo Padaka(Saksi nomor urut 2 di TPS 4, Desa MarokOta, Kec. Wewewa Barat)
10. Drs. David Ramone (Wakil Ketua Tim Sukses Konco Ole Ate)
Saksi paket nomor urut 3 Markus Dairo Talu dan Dara Tanggu Kaha (MDT-DT):
1. Ananias Bulu (Sekretaris KOALISI RAKYAT BERSATU)
2. Tanggu Kaha (Tim sukses MDT-DT di Kec. Kodi Utara)
3. Samuel Bulu (PANWAS Lapangan di Desa Bolora dan Desa Tanggaba, Kec. Wewewa Tengah)
4. Aste Dedi Robinson Umbu Sasa (Saksi Nomor Urut 3 di  tingkat Kecamatan Wewewa Barat)
5. Role Mawo Ate (PANWAS Kec. Wewewa Barat)
6. Jefri Ana Ote (Tim sukses MDT-DT di Kec. Kodi Balaghar)
7. Kristin Samiaty Patty (Koordinator saksi MD-DT yang membidangi pelanggaran)
Comments
2 Comments

2 komentar:

Anonim mengatakan...

kumandangkan perdamaian di bumi SBD,politik bkn mesin penghancur persatuan.Moripanet...MANTAP.

ikhlas Madzic mengatakan...

sebuah proses dan pejalanan panjang dalam dunia politik utk menggapai kemurnian niat dn tujuan mengedepankan kepentingan org banyak,,, pd hakekatnya berpolitik bearti menyusun daftar brp bnyak daftar musuh yg harus d singkirkan

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD