Blogger Themes

Rabu, 21 Agustus 2013

Pilkada Sumba Barat Daya : Galang Sejuta Tanda Tangan, Seruan Perdamaian di SBD

 
Wakil Bupati SBD, Jacob Malo Bulu, BSC; Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto; Sekda SBD, Drs. A Umbu Zaza, M.Si; dan pejabat lainnya serta undangan membubuhi tanda tangan pada kain putih yang dibentangkan mahasiswa anggota PMKRI dan GMKI Tambolaka, Sabtu (17/8/2013).
TAMBOLAKA - Upacara peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI di lapangan Kantor Bupati Sumba Barat Daya, (SBD), Sabtu (17/8/2013), diwarnai dengan aksi damai elemen mahasiswa yang menyerukan perdamaian di bumi loda wee maringi pada wee malala.


Mahasiswa anggota PMKRI St. Agustinus Calon Cabang Waikabubak dan GMKI Tambolaka serta Forum Lintas Aktor membentangkan kain putih sepanjang 50 meter untuk ditandatangani pejabat pemerintah, pimpinan muspida, pegawai, pelajar, tokoh agama serta masyarakat umum.

Aksi yang dikoordinir Benyamin Mone (GMKI) dan Yustina Dama Dia (PMKRI) ini terjadi setelah upacara bendera. Mereka membentangkan kain yang bertuliskan Damai Merdeka-Merdeka Damai di SBD dan Sejuta Tanda Tangan untuk Perdamaian SBD di lapangan upacara. Awalnya ditandatangani peserta upacara. Selajutnya dibentang di lantai pendopo kantor bupati.

Kemudian kembali dibentangkan di lapangan dekat tribun upacara, selanjutnya protokol mempersilakan Wakil Bupati SBD, Jacob Malo Bulu, BSC, Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto, Sekda SBD, Drs. A Umbu Zaza, M.Si, pejabat lainnya serta undangan untuk membubuhi tanda tangan. Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete tidak sempat tanda tangan karena sudah terlebih dahulu meninggalkan lapangan upacara.

Yustina Dama Dia membacakan puisi dengan judul Namaku Damai. Acara ini sebagai penutup rangkaian upacara peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten SBD.

Dari lapangan upacara, mahasiswa bergeser melakukan aksi di jalan depan gereja Katedral Waitabula dan di halaman Rumah Sakit (RS) Caritas. Di tempat ini, biarawan-biarawati, masyarakat umum dan ada juga pasien yang tanda tangan.
Seruan perdamaian ini dilakukan terkait dengan situasi keamanan kurang kondusif mulai menjelang dan saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pasangan calon bupati dan wakil bupati SBD yang dilakukan KPU SBD, Sabtu (10/8/2013).

Ketegangan terjadi saat sekelompok warga dalam jumlah banyak melakukan manuver dengan mengendarai sepeda motor. Mereka menarik parang di jalan, bahkan ada yang mengacungkan parang seperti mau siap berperang. Praktis warga ketakutan. Banyak pemilik toko memilih menutup tokonya mulai Jumat siang hingga Sabtu malam. Aparat keamanan dari TNI AD, polisi dan Brimob berjaga-jaga dengan senjata di tangan.



Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD