Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 01 Agustus 2013

Moru Kapuka Pakan Andalan Peternak di Sumba Timur - NTT


Oleh : Fabianus Kowa Keraf, SP
(Widyaiswara Muda BBPP Kupang)


SumbaTimur adalah salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dijadikan sebagai wilayah berpotensi peternakan. Pada umumnya sistem pemeliharan ternak diwilayah ini masih ekstensif dimana ternak dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri dipadang rumput. Dengan demikian, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ternak, maka peternak hanya mengandalkan rumput padang yang bernama Moru Kapuka (Sorghum nitidum) karena rumput ini adalah salah satu rumput alam yang banyak tumbuh di Pulau Sumba dan dijadikan sebagai pakan lokal.


Sorghum nitidum  termasuk dalam kelompok Para-sorghum. Species yang termasuk dalam Para-sorghum merupakan jenis yang sangat sedikit atau sampai saat ini belum banyak dikenal.

Sorghum nitidum juga  dikelompokkan sebagai minor forage, meskipun hijauan ini telah banyak digunakan sebagai pakan ternak namun pengkajian secara ilmiah, terutama dalam hal budidaya, belum banyak dilakukan. Sorghum nitidum tergolong rumput potong karena rumput tersebut pertumbuhannya tegak dengan tinggi tanaman mencapai 40-75 cm.

Nama moru kapuka adalah sebutan keseharian masyarakat Sumba Timur yang artinya selalu hijau di bagian ujung sesuai kondisi tanaman, dimana akan selalu menampakan hijau daun pada musim hujan dan musim kemarau. Moru  Kapuka  (Sorghum nitidum) selalu berproduksi untuk menyediakan hijaun bagi ternak sapi dan kerbau di pulau sumba. Dengan demikian maka tanaman ini sudah sangat mampu beradaptasi dengan lingkungan pada berbagai kondisi lingkungan, tanah dan iklim.




Sumber: bbppkupang.com

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD