Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 24 Agustus 2013

Beverly Rambu Duta Bahasa NTT 2013


Maria Beverly Rambu Yaku Katibi
Menjadi wanita adalah anugerah. Kecantikan merupakan berkat yang terberi dari sang pencipta, tapi  membangun sebuah pribadi yang berkarakter, cerdas dan mandiri, adalah sebuah perjuangan panjang yang membutuhkan proses, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.Selalu ada cara positif yang bisa dibangun, untuk menjadi wanita yang cerdas dan mandiri. 


Itulah ungkapan Maria Beverly Rambu Yaku Katibi, yang baru saja terplih menjadi Duta Bahasa Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2013  yang diselenggarakan oleh UPT Balai Bahasa.  

Verly panggilan akrabnya belum lama ini baru kembali dari Korea mewakili pertukaran pemuda Indonesia-Korea. Verly mengatakan, dirinya bersyukur lahir dan bertumbuh dalam keluarga yang demokratis. "Orangtua merupakan teladan utama saya. Belajar mandiri sudah diterapkan sejak dini dalam keluargaku. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, saya nyaman dengan posisi saya sebagai putri pertama, dengan tanggung jawab utama menjadi teladan untuk adik-adik saya. Sempurna tentu tidak saya kejar, tapi menjadi kebanggaan adik-adik, itu harapan yang terus saya perjuangkan," ujar wanita berdarah Sumba Tengah kelahiran Kupang, 12 Maret 1988 itu. 

Setelah menamatkan pendidikan di SDK ST. Yoseph 3 Kupang, anak pasangan Lourens Umbu Bokamanu dan Theresia Rambu ini memutuskan melanjutkan pendidikan ke SLTPK Hati Tersuci Maria Halilulik, Atambua, dan SMAK Syuradikara Ende. Di almamater inilah, Verly benar-benar ditempa menjadi pribadi yang mandiri, memiliki daya juang tinggi, berpacu untuk berprestasi, dan tak lupa mengasah hati, mengasah otak. Di dua almamater inilah, dia menemukan guru-guru luar biasa yang sering disebutnya "Profesor tanpa Gelar". Merekalah yang telah sekian banyak membantu Verly menikmati dan memaknai hidup dalam keberkahan pengetahuan dan pengalaman. "Merekalah yang merupakan tempat saya menimba ilmu hidup dan ilmu hati. Masih teringat jelas kecintaan saya pada dunia tulis menulis sudah dimulai sejak SD, dan semakin tertempa saat di Syuradikara. Beberapa kompetisi tulis-menulis berhasil saya raih hingga akhirnya ketertarikan itu menjadi passion dan pekerjaan yang sedang saya geluti saat ini," ungkapnya. 

Setelah menamatkan pendidikan di Syuradikara Verly memutuskan memilih program studi bahasa Inggris di FKIP Undana. "Sejak mulai kuliah, saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk passion saya di bidang jurnalistik. Sejak 2007, saya mulai mengawali pekerjaan sebagai penyiar radio. Saya mencoba merasakan menjadi penyiar di shift subuh sampai dini hari. Saya ingin tahu kemampuan saya membawakan jenis acara dalam waktu yang berbeda," paparnya. Dia menambahkan, selalu ada evaluasi diri hingga saatnya kerja kerasnya diperhitungkan. Dalam umur yang masih terbilang muda, dia dipercaya menjadi program director. Pekerjaan menjadi presenter berita dan dialog TV, juga ditekuni.Sampai sekarang, passion dia di bidang jurnalistik masih terus dikembangkan dengan bergabung menjadi reporter Victory News. 

Meski terbilang berlawanan arus dengan latar belakang pendidikan dan persepsi lingkungan yang masih menganggap PNS atau bekerja kantoran lebih baik, tapi menurut Verly, hidup adalah pilihan. Konsekuensinya adalah menerima segala resiko. "Saya telah memutuskan untuk berkarier di dunia jurnalistik. Bukan karena saya membutuhkan pekerjaan sebagai seorang jurnalis, tapi karena saya ingin mengaplikasikan kemampuan saya, berproses, dan sekali lagi berkarier di bidang jurnalistik," ujarnya mantap.Verly mengaku selalu ingat, orang muda yang tidak memiliki jiwa petualang adalah orang muda yang sudah tua sebelum waktunya, atau uzur di usia fajar. Meskipun sangat menikmati pekerjaan dan kehidupannya di Kupang, keinginan untuk bisa lebih mengenal dunia luar, mendorongnya selalu membaca berbagai artikel berita luar negri, mempelajari negara-negara di luar Indonesia, dan mencoba mengikuti berbagai test untuk bisa belajar di luar negeri. "Kesempatan pertama saya adalah menjajal Korea Selatan sebagai delegasi perwakilan NTT dalam kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia Korea. Dalam kegiatan ini, kami secara langsung saling bertukar informasi dan pengalaman, melakukan workshop, diskusi, dan tour untuk semakin tahu tentang perkembangan budaya, teknologi, dan kerjasama antara kedua negara. Kami mendapatkan kesempatan untuk bisa menjadi pemimpin dan duta Indonesia yang bisa sejak dini menjalin persahabatan dengan negara tetangga," paparnya. Meskipun program ini berakhir begitu cepat, namun Verly menyadari, lewat program ini dia mengalami sebuah pengalaman akan persaudaraan antar sesama pemuda dalam satu negara, dan sesama pemuda antar negara. Apa yang telah delegasi Indonesia dan Korea jalin dan jalani bersama, merupakan sebuah rangkaian cerita dan kenangan yang manis untuk menetapkan sebuah hubungan yang baik di masa depan. "Melihat pemuda dari Korea Selatan dan Indonesia yang berbeda itu saling tersenyum, dengan ramah saling bercanda, berdiskusi, saling melengkapi, berpelukan, dan bergandengan tangan serta saling membantu, merupakan buah manis yang bisa saya temukan lewat program pertukaran pemuda antar negara," sebutnya. 

Sebagai tulang punggung bangsa, pemuda Korea dan Indonesia sedini mungkin menjalin hubungan baik untuk masa depan bangsa dan dunia yang harmonis. "Sekarang kami mengalami, bahwa kami adalah sahabat dan seiring berjalannya waktu kami akan memaknainya dalam sebuah hubungan persaudaraan. Menjadi sahabat dalam kebersamaan dan saudara dalam kesukaran. Betapa indah dunia ini bila sesama pemuda yang akan menjadi pemimpin masa depan bangsa telah saling mengenal, bersahabat, bahkan bersaudara. Tak ada lagi kata perbedaan yang memisahkan tapi hanya ada perbedaan yang menyatukan," kata Verly.Soal kesannya, dia mengatakan, hal terindah yang dialami bukan terletak pada kesempatan mengunjungi Korea Selatan, tapi kebersamaan bersama pemuda-pemuda luar biasa yang terdidik, berbakat, penuh optimisme, dan selalu berupaya untuk masa depan yang lebih baik. 

Seluruh perjalanan dan pemaknaan hidup akan setiap anugrah Tuhan, hingga saat ini menorehkan kebanggan sebagai seorang wanita yang bisa menjadi pribadi penuh optimisme, mandiri, cerdas, dan mampu bersaing. "Saya berharap, pengalaman ke Korea Selatan adalah awal dari perjalanan saya untuk mendunia dalam pengetahuan dan pengalaman, untuk passion saya sebagai seorang jurnalis. Melanjutkan kuliah master adalah program saya selanjutnya. Sebagai wanita saya, yakin kita diberi kesempatan yang sama untuk maju sekarang, tinggal bagiamana kita mau dengan percaya diri mengambil kesempatan itu dan menyatakan "ya" pada setiap tantangan," imbuhnya.

Ditanya mengenai persiapan mewakili NTT ke dalam pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional bulan Oktober 2013 nanti, Verly mengatakan Ia akan mempersiapakan yang terbaik untuk bisa mengharumkan nama provinsi NTT.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD