Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 19 Juli 2013

Pelajar SD KBM di Rumah tak Berdinding

PRIHATIN: Rumah tanpa dinding inilah yang digunakan pelajar SD Inpres Ngalu kelas pararel Tandening sebagai tempat kegiatan belajar (KBM), walau sangat memprihatinkan tapi tidak ada respons dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
Waingapu - PERSOALAN pendidikan di Kabupaten Sumba Timur bukan hanya sekadar mutu, tapi sarana dan prasarana pun sangat memprihatinkan. Salah satu fakta, di SD Inpres kelas pararel Tandening, Kelurahan Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu.


32 pelajar kelas satu sampai empat di sekolah dasar (SD) tersebut harus rela mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sebuah rumah tanpa dinding berukuran 5×7 meter.

Yonatan Hapu Takandunu siswa kelas empat mengatakan, sejak SD Inpres  paralel Tandening di buka hingga saat ini, rumah tersebut tidak memiliki dinding. Rumah ini menjadi satu-satunya tempat KBM walau tidak nyaman saat hujan dan angin keras. “Kami tidak nyaman tapi mau bagaimana lagi,” kata Yonatan.
Selain tidak punya dinding, menurut Oktafina Pindi Djola, tidak ada sekat pemisah antar kelas, sehingga semua siswa berkumpul di dalam satu ruangan dengan masing-masing guru. Pemisahan perkelas hanya terjadi saat ulangan. Saat ulangpun dilaksanakan di rumah penduduk setempat.

Oktafina menambahkan, jika KBM berlangsung saat hujan dan angin, rembesan air hujan akan masuk ke dalam ruangan dan mengakibatkan lantai tanah tersebut berlumpur dan digenangi air hujan. “Paling susah saat hujan, becek dan lumpur di dalam kelas,” jelas Oktafina.

Tidak Respons
Salah satu guru yang minta namanya tidak dikorankan menjelaskan, SD Inpres Ngalu kelas pararel Tandening dibuka sejak dua tahun lalu. Kondisinya sampai saat ini masih seperti sejak awal dibuka. Adapun alasan pembukaan SD tersebut karena jumlah warga belajar yang tidak bisa belajar di SD terdekat yaitu SD Inpres Tandening cukup banyak.

Ketika ditanya mengenai swadaya masyarakat, guru tersebut mengatakan, orangtua para pelajar SD tersebut mayoritas berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak mungkin mengharapkan partisipasi aktif dari orangtua siswa. Pihaknya sudah mengajukan proposal kepada Pemkab Sumba Timur tapi sampai ini tidak direspon.

Sekretaris Camat Pabunga Lodu Yunus Waluwandja  menjelaskan, pihak kecamatan sudah mengusulkan untuk pembangunan ruang kelas baru dalam musrenbangcam maupun musrembangkab, namun sampai saat ini Pemkab Sumba Timur belum memberikan respon. Padahal, masyarakat dan pemerintah kecamatan dan keluarhan sudah menyiapkan lahan seluas setengah hekatare.
 
 
Sumber :victorynews-media.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD