Blogger Themes

Rabu, 10 Juli 2013

Orientasi Guru Pendidikan Katolik dan Pleno Penyusunan Silabus dan RPP Tingkat Dasar dan Menengah KEMENAG Sumba Tengah

Waibakul – Bertempat di PusPaS Keuskupan Weetebula, Waibakul Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah menyelenggarakan kegiatan Orientasi Guru Pendidikan Katolik dan Pleno Penyusunan Silabus dan RPP Tingkat Dasar dan Menengah. Kegiatan ini bermaksud menciptakan perangkat pembelajaran yang berkualitas. Tujuannya adalah meningkatnya kualitas Guru Pendidikan Katolik. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 24 peserta ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Bpk. Drs. Sarman Marselinus dengan materi “Manajemen Kinerja Kantor Kemenag Kab. Sumba Tengah”, Bpk. Hau Tanggumara, S.Pd dengan materi “Profesionalisme Guru Pendidikan Katolik Berbasis Kinerja” dan Bpk. Drs. Laurensius Juang dengan materi “Penyusunan Silabus dan RPP Pendidikan Katolik “.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sumba Tengah Bpk. Drs. Sarman Marselinus dalam sambutan pada acara pembukaan menegaskan pentingya orientasi bagi guru pendidikan Katolik. “Orientasi berarti tempat atau posisi yang benar di mana sekarang kita berada. Orientasi juga berarti arah, tujuan yang mau kita capai. Memiliki tempat dan tujuan atau arah yang benar adalah faktor yang menentukan keberhasilan kita. Orientasi menentukan pikiran, sikap dan tindakan kita dalam bekerja. Kerja dengan orientasi akan memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan cara kerja yang efektif dan efisien,”ujarnya.

Menurutnya, indicator utama keberhasilan seorang guru pendidikan Katolik bukan pada ‘transfer’ ilmu agama kepada anak didik, tetapi perubahan sikap dan perilaku yang positif pada anak didik berkat ilmu agama yang guru ajarkan. Salah satu kunci keberhasilan guru agama Katolik, selain pengetahuan agama serta cara mengajar yang baik, adalah teladan hidup. “Sikap dan tingkah laku guru harus menjadi teladan bagi murid. Ini adalah kunci keberhasilan guru agama Katolik. Ini penting dan perlu kita ingat. Prinsipnya adalah teladan hidup kita akan lebih kuat pengaruhnya pada murid daripada segudang ilmu yang kita sampaikan,” tegasnya.

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende ini menitipkan harapan kepada panitia, narasumber, peserta dan moderator untuk menjalankan dan mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab agar maksud dan tujuan kegiatan dapat terwujud. Khusus bagi Panitia, beliau berharap agar Silabus dan RPP yang dihasilkan pada kegiatan ini dimasukkan dalam website kantor sehingga dapat diakses oleh guru-guru pendidikan Katolik di daerah-daerah lain. Ini merupakan bukti kerja sekaligus kontribusi Kemenag Kab. Sumba Tengah bagi pengembangan pendidikan di tanah air.

Sementara itu, Bpk. Hau Tanggumara, S.Pd dalam penyampaian materinya memberikan beberapa tips bagi guru pendidikan Katolik agar bisa menjadi guru yang professional yaitu tampil prima, berlaku bijaksana, senantiasa ceria, memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, santun dan jujur, memiliki rasa malu dan takut, memiliki rasa ugahari, terima apa adanya, tak menyombongkan diri dan berlaku adil. Bpk. Drs. Laurensius Juang dalam penyampaian materinya menjelaskan silabus dan RPP. Beliau juga membimbing para peserta menyusun silabus dan RPP
 
 
Sumber: http://ntt.kemenag.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD