Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 10 Juli 2013

GURU BUKAN PENJUAL OBAT


Waibakul – “Silabus dan RPP penting bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar. Kedua perangkat pembelajaran itu membuat penyajian materi menjadi sistematis dan terarah. Kegunaan silabus dan RPP bukan hanya bagi guru melainkan juga bagi siswa. Karena penyajian yang sistematis dan terarah, siswa lebih mudah menangkap dan memahami pengajaran guru.” Demikian kata-kata Bpk. Drs. Laurensius Juang untuk menekankan pentingnya silabus dan RPP bagi guru pendidikan Katolik. Hal itu disampaikannya selaku narasumber kegiatan Orientasi Guru Pendidikan Katolik dan Pleno Penyusunan Silabus dan RPP Tingkat Dasar dan Menengah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah di PusPas Katiku Loku, Waibakul.


Silabus dan RPP menurut Bpk. Laurensius ibarat peralatan kerja bagi seorang petani. Sebagaimana petani tidak mampu bekerja dengan baik tanpa cangkul, parang, sabit, traktor dsb. demikian juga guru tak bisa bekerja dengan baik tanpa silabus dan RPP. “Guru tidak boleh mengajar tanpa silabus dan RPP sebab tanpa silabus dan RPP guru akan menjadi penjual obat di kelas. Dia akan bicara tanpa ujung-pangkal, merambang alis tak jelas. Guru bukan penjual obat!” demikian penegasan Bpk. Laurensius yang disambut dengan gelak tawa peserta.

Berkaitan dengan guru yang tidak menyiapkan silabus dan RPP, menurut Bpk. Laurensius hal itu disebabkan oleh kelemahan guru sendiri yang tidak tekun dan disiplin. Solusi untuk mengatasi hal ini menurut Pengawas Pendidikan Agama Katolik tkt. Menengah di Kemenag Kab. Sumba Barat yang suka menyanyi, membaca puisi dan menonton sepak bola ini adalah memberi pembinaan kepada guru yang bersangkutan dalam kegiatan supervise kelas, KKG, MGMP, lokakarya, pelatihan dsb. 

Bpk. Laurensius membimbing peserta kegiatan (24 orang guru pendidikan agama tkt. dasar dan menengah) menyusun silabus dan RPP. Ibu Agustina Bulu, S.Ag, salah seorang peserta, merasakan pentingnya silabus dan RPP. Menurutnya, silabus dan RPP harus selalu diperbaharui agar selalu actual dan relevan. Guru yang tidak suka nonton sinetron ini menganjurkan Kemenag Kab. Sumba Tengah untuk menyelengarakan pelatihan penguasaan teknologi khususnya computer/laptop dan internet sebab menurutnya penguasaan teknologi seperti itu akan sangat membantu guru menyusun silabus dan RPP. Sdr. Amandus Bihu Baru, S.Ag yang telah menjadi guru selama 7 tahun merasakan manfaat kegiatan penyusunan silabus dan RPP bersama. Dia mengharapkan kegiatan seperti ini diadakan secara rutin. Harapan itu diamini oleh seorang peserta yaitu Bpk. Antonius Wollu, S.Ag yang mengharapkan hal yang sama.

Para peserta kegiatan ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ketika menyusun silabus dan RPP para peserta kelihatan kekelahan namun kelelahan tidak menyurutkan semangat mereka. Mereka tetap semangat sampai akhir. Panitia pun tak kalah semangat. Mereka membantu para guru yang tidak menguasai laptop ketika harus mengetik silabus dan RPP. Rupanya Panitia juga tak rela para guru menjadi penjual obat di kelas!.


Sumber : http://ntt.kemenag.go.id/
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD