Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 26 Juli 2013

Galeri House of Sampoerna Pamerkan Tenun Ikat Sumba Timur

Kain Tenun Sumba Timur yang dipamerkan di House Of Sampoerna, Surabaya
Untuk lebih mengenal makna dan nilai spiritual motif – motif yang terekam dalam Tenun Ikat Sumba Timur, Galeri House of Sampoerna menggelar pameran Tenun Ikat bertajuk “Exotica of East Sumba” yang diadakan mulai tanggal 26 Juli – 29 Agustus 2013.


Ragam corak dan warna yang terdapat dalam sebuah kain merupakan sebuah narasi singkat yang menceritakan budaya dari sebuah suku atau daerah. Dalam tenun ikat Sumba Timur, corak dan warna tidaklah hanya untuk keindahan visual semata, namun kandungan nilai filosofisnya mencerminkan keseharian hidup masyarakat Sumba Timur. 

Pengunjung sedang melihat salah satu kain yang dipamerkan

50 tenun ikat Sumba Timur yang dipamerkan memiliki keunggulan pada motif, warna serta kekuatan ikatan tenun. Sebagai contoh, tenun Lau Pahudu dengan motif naga. Kemunculan motif naga pada tenun yang dibuat pada tahun 1970 ini karena adanya pengaruh budaya China yang masuk ke Indonesia.

Begitupula halnya tenun Hinggi Kombu Burung Merak Satu Arah yang merupakan tenunan langka yang menggunakan teknik satu arah serta perpaduan warna yang rumit antara biru dan merah. Motif bercorak burung merak searah dan corak burung pada tenun ini menggambarkan keanggunan, keindahan serta kewibawaan.

Adapun corak-corak yang banyak muncul pada tenun ikat Sumba Timur menggunakan figur – figur berupa manusia, pohon, tengkorak dan fauna seperti kuda, rusa, udang, naga, dan singa. Masing – masing simbol pada tenun ikat memiliki makna tersendiri sehingga selain dipergunakan sebagai pakaian sehari - hari, tenun ikat ini juga dipergunakan sebagai kelengkapan upacara adat.

Tenun ikat pada masyarakat Sumba Timur juga kerap digunakan sebagai alat tukar bernilai ekonomis bahkan menjadi cermin strata sosial masyarakat dan harta keluarga yang bernilai tinggi. Pada perkembangannya, tenun ikat Sumba Timur menjadi komoditi berkualitas dengan jumlah terbatas mengingat lamanya proses pembuatan tenunyang masih menggunakan bahan – bahan alami seperti abu karang laut, kayu kuning, daun/akar/kulit mengkudu, daun tarum, kunyit, dan gambir.

“Banyak jenis tenun ikat yang memiliki beberapa warna dalam satu helai kain. Itu berarti proses pewarnaannya lebih lama karena dilakukan setahap demi setahap sesuai jumlah warnanya,” terang Swandajani, koordinator pameran “Exotica of East Sumba”.

Tenun – tenun yang sudah diwarnai lantas dikeringkan selama seminggu untuk masing – masing warna. Total waktu yang diperlukan untuk membuat sebuah tenun ikat Sumba kurang lebih mencapai delapan bulan. Inilah yang berdampak pada tingginya harga jual tenun ikat Sumba Timur di pasaran.

Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, tenun ikat Sumba Timur merupakan karya anak bangsa yang layak untuk dilestarikan. Melalui pameran ini, Swandajani berharap tenun ikat Sumba Timur lebih dikenal dan mendapat apreasiasi yang baik dari masyarakat luas sehingga mendorong pengrajin tenun untuk menjadi lebih kreatif dan produktif dalam berkarya. 


Sumber  : surabayakita.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD