Blogger Themes

Sabtu, 27 Juli 2013

DRPD Sumba Timur Studi Banding Perda Miras ke Bali

Markus Halang, pimpinan rombongan anggota DPRD
Waingapu - Banyaknya warga yang menggantungkan hidupnya dengan berusaha memproduksi dan menjual minuman keras (miras) lokal yang oleh warga Sumba Timur (Sumtim), NTT biasa di sebut Penaraci (Peci), menjadi salah satu pijakan DPRD setempat di dampingi oleh jajaran eksekutif melakukan studi banding.


Demikian di jelaskan Markus Halang, selaku pimpinan rombongan anggota DPRD setempat, kala dihubungi via telephone cellular dari Waingapu, Kamis ((25/07) siang kemarin. Markus yang juga wakil ketua DPRD Sumtim itu juga menjelaskan, beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan dipilihnya Kabupaten Karang Asem, Bali sebagai tujuan studi banding Peraturan Daerah (Perda) Miras. 

“Memang ini studi banding sudah direncanakan dari dua tahun lalu, kebetulan dari bagian ekonomi ada koordinasi dengan Pemda Karang Asem jadi kami kesini. Apalagi di Karang Asem, sudah ada Perda khusus yang mengatur soal Miras lokal. Kami kesini bersama bagian Ekonomi Setda dan Dinas Perindag,” papar Markus.

Politisi partai Demokrat itu lebih jauh menjelaskan, rombongan juga melihat dari dekat tempat (sentra) produksi Miras. “Kita langsung turun ke sentra produksi setelah ada pertemuan sebelumnya dengan Kadis Perindag setempat. Yaa. Kami juga dipaparkan tentang Perda Miras disana dan juga diberikan drafnya untuk menjadi gambaran bagi kami kedepan,” timpalnya, seraya menambahkan, diharapkan Ranperda Miras untuk Kabupaten Sumtim bisa secepatnya dirampungkan hingga bisa ditetapkan menjadi Perda.

“Kami maunya Perda miras nantinya menjadi Perda inisiatif DPRD. Kami lihat sudah urgen adanya Perda karena banyak warga kita yang memproduksi dan menggantungkan hidupnya pada usaha miras. Jika ada Perda tentu mereka bisa lebih tenang dalam bekerja dan tidak perlu kucing-kucingan dengan aparat hukum. Bisa secepatnya kami tuntaskan Ranperdanya akan lebih baik, tekad kami sebelum usai masa tugas kami, ini bisa selesai,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah via telephone cellularnya, Steven Yulius Galla, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI- P), yang juga anggota legislasi DPRD itu menambahkan, pertimbangan yang menjadikan Karang Asem dipilih adalah karena memang banyak masyarakatnya yang berusaha dalam bidang produksi dan penjualan miras lokal.

“Miras lokal atau arak bali di sini telah lama menjadi sumber penghasilan utama warganya. Masyarakat berusaha untuk hidup dan bahkan membiayai sekolah anak-anaknya dengan usaha miras. Salah satu contohnya adalah wakil bupati Karang Asem sendiri mengaku dibiayai sekolah oleh orang tuaya yang usahanya memproduksi arak,” urai Steven.

Masih lanjut Steven, usaha warga dalam memproduksi miras juga dilakukan dengan peralatan yang lebih modern dan higienis, hal itu tentunya bisa menjadi bahan pemebelajaran dan pembanding untuk Sumba Timur.

“Kalau modal menjadi kendala warga untuk pengadaan alat suling atau masak miras yang lebih modern menjadi kendala, pemerintah lewat instansi terkait tentu bisa memberi bantuan modal. Tapi tentunya semua itu harus diawali dengan jelas atau adanya payung hukum yang mengatur soal usaha Miras lokal,” harapnya. (ion)



Sumber: Waingapu.Com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD