Blogger Themes

Minggu, 21 Juli 2013

”Biarkan Anak-Anak Melihat Tuhan di Mata Para Pembina”

Tambolaka – Menjadi seorang Pembina iman anak bukan hal yang mudah. Sebab, anak pada umumnya senantiasa suka meniru. Dan pada titik ini, peran Pembina untuk membina melalui kesaksian hidup menjadi mendesak.


Jika kesaksian hidup tidak patut diteladani, maka pembinaan yang dilaksanakan akan mubazir. Dalam kerangka ini, kegiatan Sosialisasi Materi Pembinaan Iman Anak yang diikuti oleh 30 orang peserta dari 14 Paroki se-Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi penting. Dalam kaitan dengan itu, menurut hemat saya, tentu kita harapkan agar para Pembina dapat memanfaatkan sungguh kesempatan ini agar keluhan-keluhan selama ini, dapat diminimalisir. 

Dalam kerangka itu pula, panitia telah merancang materi-materi: Kebijakan Kementerian Agama Kantor Kab. Sumba Barat Daya dalam Pembinaan Iman Umat Katolik, Pembinaan Iman Anak yang Menyenangkan, Spiritualitas, dan Sosialisasi Materi Pembinaan Iman Anak yang akan dibawakan oleh 4 orang nara sumber yang berkompeten. Dan jika inti sari semua materi ini sungguh di internalisasikan oleh para pendamping dalam pelaksanaan pembinaan, maka kita boleh berujar ”Biarkan Anak-Anak Melihat Tuhan di Mata Para Pembina”. 


Demikian rangkuman ide dasar Kepala Seksi Bimas Katolik, Siprianus Muda Hondo, S.Fil yang didampingi Ketua Panitia, Yosef Rangga Kapodo,SS (Senin, 15 Juli) di sela-sela kesibukan mempersiapkan kegiatan ini.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang makna ‘Melihat Tuhan di Mata Para Pembina’, Muda Hondo menjelaskan pentingnya para Pembina melaksanakan pembinaan dengan hati. Pertama, para Pembina harus mengenal identitas diri setiap anak binaan, baik identitas pribadi, keluarga, dan lingkungan anak binaan. Kedua, para Pembina harus mengenal situasi dan sifat-sifat anak sesuai dengan usia mereka. Hal ini penting agar Pembina tidak keburu menilai atau memfonis anak. Ketiga, para Pembina harus mengenal kemampuan yang ada di dalam diri anak. Anak memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan diri sendiri, kemampuan untuk mengerti flora dan fauna, kemampuan untuk menjawab persoalan-persoalan mendalam, kemampuan mengekspresikan sesuatu, dan kemampuan tentang ritme.


Selain itu, Kepala Seksi yang murah senyum, alumni STFK Ledalero – Maumere ini juga menekankan pentingnya menggunakan kata-kata sederhana, visualisasi dan materi yang sistematis, agar anak binaan semakin menyerap dengan baik materi pembinaan. “Sikap pilih kasih pun perlu dihindari para Pembina agar setiap anak binaan merasa disapa”, jelasnya. (Pedro)


Sumber : ntt.kemenag.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD