Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 08 Juli 2013

Bayi “Raksasa” Lahir di Sumba

Bayi Macrosomia, Buah Hati Pasangan Yohbet B. Mangngi dan Isak Radjah Yang Baru Lahir di RSK Lindimara Waingapu dengan Berat Badan 5,6 Kg (7/7)
Waingapu - Berita ini menghebohkan seisi RS Kristen Lindimara (RSKL) Waingapu, Sumba Timur, pun dokter ahli kandungan yang menangani persalinan tercengang menyaksikan bayi perempuan yang dilahirkan oleh Yohbet Bani Manggi (37 tahun), ibu asal Walakiri Kecamatan Pandawai, Sumba Timur.
 
Semalam, Minggu dini hari pukul 00.00 Wita (7/7) dokter dan tim perawat RSKL berhasil menolong persalinan anak ke-6 pasangan Isak Radjah dan Yohbet melalui operasi persalinan Caesar. Buah hati mereka lahir dengan postur tubuh dan berat badannya jauh di atas rata-rata bayi yang baru lahir, dengan berat badan 5,6 kg, “pecah rekor” untuk wilayah Sumba bahkan mungkin NTT. Normalnya, bayi terlahir dengan berat badan 2,5 kg saja.

Yohbet ibu sang bayi menuturkan, ia sangat senang bayinya lahir sehat dan montok. Ia mengaku selama ini tinggal bersama suami di Pulu Panjang, Kecamatan Nggaha Ori Angu, kurang lebih 45 Km dari Waingapu, suaminya mengabdi sebagai kepala sekolah di sebuah SD di sana. Mereka sengaja pulang ke Walakiri untuk melakukan proses persalinan Yohbet.

Namun, pada Jum’at (5/7), sambung Yohbet, saat memeriksakan kandungannya di ruang bersalin Puskesmas Pandawai di Walakiri, bidan menyarankannya untuk melakukan persalinan di RS di Kota Waingapu yang lebih lengkap peralatan medisnya, karena bidan mengetahui anak dalam kandungannya terlalu besar.

Yohbet heran, ia mengaku usia kandungannya normal-normal saja bahkan sebelumnya dokter sudah memperkirakan bayinya akan lahir pada tanggal 8 Juli 2013.

Hari yang sama, lanjut Yohbet, ia bersama suami beranjak menuju RSKL: Waingapu. Ditangani dokter Ketut Ananda bersama tim perawat melalui operasi Caesar ia berhasil melahirkan bayi perempuannya dengan bobot 5,6 kg dan panjang badan 51 cm.

“Saya di kampung tiap hari hanya makan nasi jagung (jagung ditanak bersama dengan sedikit beras) saja kok. Minum susu instan 2 kali sehari tiap kali sedu 1 sendok. Kami belum memberi nama bayi kami”, ujar Yohbet tersenyum, ditemui sedang berbaring di ruang perawatan.

Yohbet, ibu dengan tinggi badan sekitar 155 cm dan berat badan normal ditanya apakah memiliki riwayat keturunan postur tinggi badan yang melebihi kewajaran. Sambil tersenyum ia menjawab, “Tidak ada Pak, keluarga saya maupun suami posturnya biasa-biasa saja”.

Dokter Ketut Ananda W, Sp.OG dokter ahli kandungan saat dikonfirmasi di kediamannya di kawasan Matawai, Waingapu, Minggu siang (7/7) mengaku terkejut dengan kondisi bayi pasangan Isak-Yohbet.

“Itu bayi luar biasa, sehat dan montok, kayak bayi umur 4-6 bulan. Selama 14 tahun saya bertugas di Sumba Timur belum pernah saya mendapati bayi seberat 5,6 kg. Pernah dulu tahun 2007 ada bayi yang lahir dengan berat 4,8 kg, itu saja sudah luar biasa”, ujar Ketut Ananda.

Ia menambahkan, bayi terlahir demikian di bidang kedokteran disebut Macrosomia (berat bayi di atas 4 kg). Sangat jarang sekali bayi terlahir dengan berat 5,6 kg, mungkin baru yang pertama di Sumba bahkan di NTT. Penyebabnya banyak faktor bisa karena usia kehamilannya lebih dari 42 minggu, atau si ibu menderita metabolik kencing manis, dan beberapa sebab lainnya. Ketut Ananda hanya memperkirakan, Yohbet mengandung bayinya lebih dari 42 minggu.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat diketahui dengan pasti penyebab Yohbet mengandung bayi “raksasa”-nya ditinjau dari ilmu kedokteran. Pengakuan Yohbet dan perkiraan dokter Ketut Ananda tentang masa kehamilan Yohbet tidaklah sama. Di samping itu Yohbet sudah berpengalaman mengandung bayi, ini adalah anak ke-6 nya.


Sumber:  waingapuonline
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD