Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 14 Juni 2013

Saksi Esthon Ancam KPU, Jika Buka Kotak Suara di SBD

TAMBOLAKA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) batal membuka kotak suara berisi hasil Pilgub NTT putaran kedua, Jumat (7/6/2013) lalu. Ketidakhadiran anggota Panwaslu SBD menjadi alasannya, selain diancam saksi Paket Esthon-Paul yang menganggap bahwa kalau KPU SBD membuka kotak suara berarti mengubah data.


Sehari sebelumnya Kamis (6/6/2013), KPU SBD juga gagal membuka kotak suara karena saksi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay-Drs. Paul Talo mengajukan protes. Selain itu, suasana kurang kondusif menyusul kedatangan sejumlah warga di kantor KPU SBD.

Ketua KPU Kabupaten SBD, Yohanes Bili Kii, menjelaskan, keputusan membuka kotak suara menindaklanjuti surat KPU Propinsi NTT yang memerintahkan pihaknya menyiapkan dokumen primer untuk dibawa dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) karena pasangan Esthon-Paul telah mendaftar gugagatan.

Paket Esthon-Paul menduga terjadi kecurangan dalam Pilgub NTT putaran kedua. Kecurangan terjadi di tujuh kabupaten, termasuk di Kabupaten SBD. "KPU NTT menyurati kami untuk mempersiapkan menghadapi gugatan paket Esthon-Paul yang sudah resmi mendaftar gugatan di MK.

Kami diminta mempersiapkan dokumen primer seperti CC, C1 beserta lampirannya, C6, C8 dan A3 (Daftar Pemilih Tetap). Karena dokumen itu ada dalam kotak suara, makanya kami harus buka kotak suaranya," kata Bili Kii saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat siang.

"Hari ini (Jumat) tidak jadi buka kotak suara karena Panwaslu tidak hadir. Kami sudah surati dan hubungi per telepon tapi mereka tidak hadir. Kami tidak tau apa alasan mereka tidak hadir," katanya.

Ia menjelaskan, batal acara buka kotak suara telah dibuatkan dengan berita acara. "Kami menunggu petunjuk lebih lanjut lagi dari KPU NTT untuk membuka kotak suara," ujar Bili Kii.

Menurut Yohanes Bili Kii, sehari sebelumnya, KPU SBD juga berencana membuka kotak suara. Pihaknya telah mengundang saksi dari pasangan Drs. Frans Lebu Raya-Drs. Beni Litelnoni, saksi dari paket Esthon-Paul, pihak kepolisian, Panwaslu SBD dan dari unsur pemerintah daerah, di antaranya Kesbangpol dan Linmas.

"Namun saksi dari Esthon-Paul menolak dengan sedikit ancaman. Mereka tidak setuju kotak suara dibuka. Rupanya saksi dari Esthon-Paul menganggap bahwa kalau KPU SBD buka kotak suara berarti mengubah data. Anggapan itu tidak benar karena surat suara tidak diubah. Tidak ada hitung ulang. Karena situasi kemarin tidak memungkinkan, apalagi masyarakat sudah banyak datang jadi tidak jadi buka," kata Bili Kii.

Ia menegaskan, meski pada saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara saksi paket Esthon-Paul tidak tanda tangan berita acara tapi kami tetap mengundang untuk datang mengikuti acara buka kotak suara. "Silakan foto. Silakan lihat semua dokumen dengan secara baik," tandasnya.

Bili Kii mengatakan, KPUD harus buruh waktu. Karena, kalau surat dari MK masuk tiba-tiba maka pihaknya harus berangkat ke Jakarta mengikuti persidangan.  Ditemui terpisah, Ketua Panwaslu Kabupaten SBD, Moses Geda Bokol, mengatakan ketidakhadiran Panwaslu karena anggota Panwaslu tidak lengkap. "Dua anggota Panwaslu berhalangan hadir. Karena saya sendiri, jadi tidak bisa berbuat apa-apa," kata Moses memberi alasan. (aca)



Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD