Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 01 Juni 2013

Dian Kukuhkan KPI Cabang SBD

TAMBOLAKA- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dian Kartikasari, Senin (20/5/2013), bertempat di Desa Wekokora, Kecamatan Wewewa Tengah, mengukuhkan pengurus KPI Cabang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Dian memandu pengurus KPI Cabang SBD mengucapkan janji sambil memegang panji KPI. Sekjen KPI Cabang SBD dijabat Wilhelmina Mali Dapa dengan Wakil Sekjen, Yustina Dama Dia.

Acara pengukuhan terjadi setelah Seminar dan Konferensi Cabang I Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Demokrasi SBD-NTT. Kegiatan ini bertajuk Konsolidasi Gerakan Perempuan SBD: Upaya Mewujudkan Keterwakilan Politik Perempuan dalam Pemilu Legislatif 2014.

Dalam Konferensi I, peserta memilih Sekjen. Ada sembilan ibu-ibu dicalonkan menjadi Sekjen KPI Cabang SBD. Saat dilakukan voting, Wihelmina Mali Dapa mendulang 38 suara, disusul Yustina Dama Dia dengan 34 suara.

Menurut Asri Sofian Dimamudji, pengurus Balai Perempuan Desa Wekokora yang juga dicalonkan menjadi salah satu kandidat Sekjen KPI, peserta Seminar dan Konferensi I KPI Cabang SBD diikuti pengurus dan anggota Balai Perempuan Desa Pogotena dan Weepangali (Kecamatan Loura), Balai Perempuan Desa Waliate dan Werilolo (Wewewa Selatan), Balai Perempuan Desa Wekokora (Wwewa Tengah), Balai Perempuan Desa Dikira dan Welimbu (Wewewa Timur) dan simpatisan dari desa Mareda Kalada dan Letekamuna (Wewewa Timur). "Balai Perempuan Desa sudah dibentuk KPI beberapa waktu lalu," kata Asri

Yustina Dama Dia menjelaskan, mengingat waktu sudah malam sehingga hasil voting tersebut merupakan hasil akhir pemilihan Sekjen KPI Cabang SBD. "Meski ada beberapa peserta menginginkan dilakukan pemilihan lagi, namun karena pertimbangan waktu sudah malam akhirnya disepakati yang mendapat suara terbanyak ditetapkan sebagai Sekjen," jelas Yustin, demikian Yustina Dama Dia disapa.


Rela Pilih Perempuan

SAAT seminar, Dian Kartikasari mengatakan KPI mendorong dan mendukung perempuan yang berkualitas menjadi calong anggota legislatif. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa perempuan harus pilih perempuan.

Menurutnya, gerakan untuk mengatasi persoalan-persoalan perempuan, apalagi menyangkut aturan dan kebijakan lebih mudah jika ada perempuan berada dalam sistem. "Biasanya persoalan terkait perempuan dan anak yang peduli itu perempuan. Oleh karena itu perlu mendudukan perempuan di legislatif. Yang berniat untuk maju jadi caleg harus ada dukungan mama-mama. Rela memilih perempuan," kata Dian.

Ia mengingatkan agar caleg perempuan harus tahu daerah pemilihannya, ada berapa desa, ada berapa TPS dan kenal berapa banyak orang. "Kalau butuh 5.000 suara,  maka ada kerja sama dengan yang lainnya. Dan, kalau keterwakilan perempuan naik, maka harus ada kesepakatan jika nanti duduk di legislatif," tandas Dian sembari mengingatkan caleg perempuan harus membangun jaringan dan kerja sama antar perempuan.

Sementara Putri Astuti dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten SBD memberi gambaran tentang masalah perempuan yang terjadi di SBD, di antaranya tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), rendahnya pendidikan dan keterampilan perempuan serta tingginya kasus trafficking (perdagangan perempuan).

Ia mengharapkan semua elemen, termasuk KPI bersinergi bersama pemerintah daerah untuk mengatasi masalah-masalah perempuan yang terjadi di SBD



Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD