Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 13 Mei 2013

Pergi Mancing, Guru SMP Pulang Jadi Mayat

Waibakul - Petrus Oktavianus N Balu (40), guru SMP Negeri Mareda Kalada, Kecamatan Wewewa Timur, ditemukan tewas tenggelam di Pantai Konda Maloba, Desa Konda Maloba, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (11/5/2013), sekitar pukul 11.30 Wita.

Warga Golu Sappi, Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, itu diduga tewas terhempas gelombang besar saat hendak menyeberang pulang Sabtu (11/5/2013), sekitar pukul 04.00 Wita pagi.

Petrus bersama dua rekannya, Agustinus Ngongo Malo, warga Desa Weerame, Kecamatan Wewewa Tengah dan Agustaf Dapawole, warga Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menggunakan sebuah mobil lengkap peralatan pancing bertolak dari Golu Sappi, Jumat (10/5/2013) siang. 

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di lokasi kejadian, Sabtu (11/5/2013),  menyebutkan, korban bersama kedua rekannya tiba di Pantai Konda Maloba sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka  menggunakan mobil lengkap dengan peralatan pancing.

Selanjutnya  Petrus bersama kedua rekannya mencari lokasi yang pas untuk mancing, tepatnya di atas sebuah batu karang dengan medan tempuh yang sangat sulit di mana kalau air laut naik,   medan itu tidak bisa dilewati. Jaraknya sekitar 15 meter sampai 20 meter dari bibir pantai.

Ketiganya mulai mancing seperti biasa. Pada Sabtu (11/5/2013), sekitar  pukul 04.00 Wita pagi, Petrus bersama dua rekannya berencana menyeberang pulang karena air laut mulai naik dengan hempasan gelombang cukup besar. Ketiganya mulai turun menelusuri tebing untuk menyeberang melewati hempasan gelombang laut. Sebab, kalau tidak cepat menyeberang, harus bertahan sampai pagi  di atas tebing setinggi kurang lebih empat meter sekaligus menahan terpaan derasnya gelombang air laut yang tinggi.

Informasi menyebutkan, Agustinus Ngongo Malo yang adalah Kepala SDN Mata Weekaroro, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, orang pertama yang menyeberang dan lolos dari ganasnya gelombang.  Petrus Oktavianus N Balu, orang kedua yang melompat menuju pantai. Diduga Petrus terpeleset dan terhempas gelombang besar sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Kedua rekan Petrus tidak bisa berteriak minta tolong karena lokasi mancing jauh dari permukiman penduduk. Keduanya ketakutan di tengah gempuran gelombang laut yang semakin ganas.  Sabtu (11/5/2013), sekitar pukul 06.00 Wita, Agutinus Ngongo Malo, memutuskan kembali ke Waikabubak untuk melapor resmi di Polres guna menurunkan tim membantu pencairan Petrus.

Mendengar Petrus terjatuh terhempas gelombang, rekannya Agustaf Dapawole memilih bertahan di atas tebing meski harus rela terkena derasnya gelombang besar sepanjang malam sampai pagi hari.

Agustaf Dapawole baru bisa turun dari tebing setelah air surut sekitar pukul 07.00 Wita. Selanjutnya Agustaf menghubungi keluarganya melalui telepon selulernya memberitahu bahwa Petrus Oktavianus N Balu tenggelam.

Pantauan Pos Kupang, Sabtu (11/5/2013), setelah Petrus ditemukan langsung dibawa ambulans dengan pengawalan aparat kepolisian menuju RSUD Waikabubak untuk divisum. Usai divisum, Petrus dibawa ke rumah orangtuanya di Parkelembung, Kelurahan Komerda, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.  Belum diperoleh informasi dari keluarga, apakah korban dimakamkan di Waikabubak atau di bawa ke rumahnya di Golu Sappi, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya



Sumber : Tribun News
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD